Lestarikan Olahraga Tradisional, Kormi Banjarmasin Lakukan Kunjungan Kerja di HSU
Senin, 25 September 2023 - 16:07 WIB
loading...
Lestarikan Olahraga Tradisional Lari Balok, Kormi Banjarmasin Lakukan Kunjungan Kerja di HSU. (Foto: dok Hulu Sungai Utara)
A
A
A
AMUNTAI - Guna meningkatkan kualitas pengelolaan olahraga rekreasi masyarakat, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Banjarmasin melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Kormi Kabupaten Hulu Sungai Utara, HSUL Acara tersebut berlangsung di GOR Pangeran Suryanata Karias, Amuntai, pada Minggu (24/9/2023).
Adapun tujuan kunjungan silaturahmi Kormi Banjarmasin ke Kabupaten HSU adalah untuk memahami perkembangan dan kemajuan Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di Kabupaten HSU, khususnya dalam bidang lari balok.
Diketahui, lari balok merupakan sebuah olahraga tradisional yang melibatkan adu kecepatan dalam menempuh suatu jarak di atas empat balok kecil yang menyerupai batu bata. Olahraga ini menguji kelincahan, keseimbangan, kecepatan, serta koordinasi gerakan dan konsentrasi yang baik.
Dalam permainan ini, setiap langkah yang diambil pemain harus diikuti dengan pemindahan satu balok dari belakang ke posisi depan sebagai tempat berpijak. Pola ini diulang sampai pemain mencapai garis finish. Alat yang digunakan dalam permainan ini sangat sederhana, yaitu balok kayu dengan ukuran sekitar 25 cm panjang, 9 cm lebar 4 cm tebal, dan berat sekitar 50-100 gram.
Untuk memainkannya, diperlukan lapangan atau ruang terbuka dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 7.5 meter. Lapangan ini dibagi menjadi lima garis lintasan, masing-masing dengan lebar 1.5 meter.
Adapun tujuan kunjungan silaturahmi Kormi Banjarmasin ke Kabupaten HSU adalah untuk memahami perkembangan dan kemajuan Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di Kabupaten HSU, khususnya dalam bidang lari balok.
Diketahui, lari balok merupakan sebuah olahraga tradisional yang melibatkan adu kecepatan dalam menempuh suatu jarak di atas empat balok kecil yang menyerupai batu bata. Olahraga ini menguji kelincahan, keseimbangan, kecepatan, serta koordinasi gerakan dan konsentrasi yang baik.
Dalam permainan ini, setiap langkah yang diambil pemain harus diikuti dengan pemindahan satu balok dari belakang ke posisi depan sebagai tempat berpijak. Pola ini diulang sampai pemain mencapai garis finish. Alat yang digunakan dalam permainan ini sangat sederhana, yaitu balok kayu dengan ukuran sekitar 25 cm panjang, 9 cm lebar 4 cm tebal, dan berat sekitar 50-100 gram.
Untuk memainkannya, diperlukan lapangan atau ruang terbuka dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 7.5 meter. Lapangan ini dibagi menjadi lima garis lintasan, masing-masing dengan lebar 1.5 meter.
Lihat Juga :