Para Kiai di Lebak Minta Ganjar Kembangkan Ekonomi Pesantren
Minggu, 24 September 2023 - 12:26 WIB
loading...
Para kiai menghadiri Halaqoh Kebangsaan di Ponpes Nurul Jadid, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Jumat (22/9/2023) malam. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
LEBAK - Banyak ponpes di Kabupaten Lebak, Banten mengembangkan pertanian dan hortikultura untuk meningkatkan perekonomian para santri maupun masyarakat sekitarnya. Potensi itu terungkap dalam Halaqoh Kebangsaan yang diadakan Ulama Merah Putih di Ponpes Nurul Jadid.
"Yang ada di daerah kami yang daerah pedesaan, mayoritas kami itu para kiai dan petani. Sementara ini kami bisa memberikan atau memberdayakan santri itu dari hasil pertanian," kata Kiai Syuhada, seorang tokoh kiai yang menghadiri Halaqoh Kebangsaan di Ponpes Nurul Jadid, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Jumat (22/9/2023) malam.
Selama ini, ponpes memiliki sejumlah bidang lahan persawahan mampu memproduksi beras untuk mencukupi kebutuhan para santri. Bahkan tak jarang juga hasilnya juga berlebih dan bisa dijual kepada warga.
Namun, Kiai Syuhada mengeluhkan aktivitas pertanian di pesantrennya saat ini terkendala kondisi cuaca panas hingga kekeringan akibat musim kemarau yang cukup ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Untuk saat ini kondisinya kemarau, sudah berapa bulan enggak bisa cocok tanam. Nah, itu juga perlu perhatian khusus ketika seperti musim kemarau ini," tuturnya.
Pada kesempatan itu, para kiai pun menyampaikan aspirasi dan harapan terhadap Ganjar Pranowo. Mereka berharap keberhasilan Ganjar mengembangkan pertanian dan perekonomian masyarakat di Jateng bisa diterapkan di wilayah Kabupaten Lebak, Banten maupun Indonesia pada umumnya.
"Yang ada di daerah kami yang daerah pedesaan, mayoritas kami itu para kiai dan petani. Sementara ini kami bisa memberikan atau memberdayakan santri itu dari hasil pertanian," kata Kiai Syuhada, seorang tokoh kiai yang menghadiri Halaqoh Kebangsaan di Ponpes Nurul Jadid, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Jumat (22/9/2023) malam.
Selama ini, ponpes memiliki sejumlah bidang lahan persawahan mampu memproduksi beras untuk mencukupi kebutuhan para santri. Bahkan tak jarang juga hasilnya juga berlebih dan bisa dijual kepada warga.
Namun, Kiai Syuhada mengeluhkan aktivitas pertanian di pesantrennya saat ini terkendala kondisi cuaca panas hingga kekeringan akibat musim kemarau yang cukup ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Untuk saat ini kondisinya kemarau, sudah berapa bulan enggak bisa cocok tanam. Nah, itu juga perlu perhatian khusus ketika seperti musim kemarau ini," tuturnya.
Pada kesempatan itu, para kiai pun menyampaikan aspirasi dan harapan terhadap Ganjar Pranowo. Mereka berharap keberhasilan Ganjar mengembangkan pertanian dan perekonomian masyarakat di Jateng bisa diterapkan di wilayah Kabupaten Lebak, Banten maupun Indonesia pada umumnya.
Lihat Juga :