Kisah Gerakan 30 September 1965, NU Pertama Kali Sebut PKI sebagai Dalang Pemberontakan

Minggu, 24 September 2023 - 09:21 WIB
loading...
Kisah Gerakan 30 September...
Monumen Pancasila Sakti. Sejumlah jenderal Angkatan Darat menjadi korban kebiadaban Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965. Peristiwa tersebut dikenal dengan G30S PKI. Foto/Dok.Okezone
A A A
JAKARTA - Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI meletus di saat para petinggi Nahdlatul Ulama (NU) sedang berada di Jakarta.

Dilansir dari buku Benturan NU-PKI 1948-1965, Rais Aam KH Wahab Chasbullah, Wakil Rais KH Bisri Sansuri, serta sejumlah pimpinan PBNU sedang berkumpul di kediaman Ny Sholihah Wahid Hasyim, yakni orang tua Gus Dur, di jalan Amir Hamzah.

Saat itu NU masih sebagai partai politik yang pada Pemilu 1955 meraup suara terbesar ketiga di bawah perolehan suara PNI dan Masyumi. Sedangkan perolehan suara PKI berada di urutan keempat.

Sekitar pukul 12.30 Wib esok harinya atau 1 Oktober 1965, para pimpinan tertinggi NU memantau langsung situasi politik di Jakarta. Hal itu menyusul adanya siaran Radio Republik Indonesia (RRI) yang menyatakan pada hari itu telah berdiri Dewan Revolusi yang dipimpin oleh Letkol Untung Sutopo.

Baca Juga: Nyanyian Tokoh PKI Nyono Buka Tabir Misteri Gerakan 30 September 1965

Dewan Revolusi telah mengambil tindakan yang dinamakan gerakan 30 September terhadap Dewan Jenderal. Dewan Jenderal disebut sebagai sejumlah perwira tinggi angkatan darat yang tidak loyal kepada Presiden Soekarno atau Bung Karno.

Dalam siaran RRI juga disampaikan, selanjutnya Dewan Revolusi yang akan memegang kekuasaan negara. Mendengar itu, para pimpinan tertinggi NU menarik kesimpulan PKI ada di belakang peristiwa Gerakan 30 September 1965.

“Bahwa pelaku atau dalang Gerakan 30 September itu adalah PKI,” demikian dikutip dari buku Benturan NU-PKI 1948-1965 (2013).

NU sudah lama berhadap-hadapan dengan PKI, yakni terutama sejak Masyumi dan PSI dibubarkan karena dianggap terlibat pemberontakan PRRI/Permesta.

Baca Juga: 10 Pahlawan Revolusi Korban Kekejaman G30S/PKI

Di sejumlah daerah, yakni terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang menjadi basis suara PKI dan NU, massa Ansor NU kerap bentrok dengan orang-orang BTI, Pemuda Rakyat dan Gerwani.

Jelang peristiwa G30S PKI, perkelahian antara orang-orang NU dengan orang-orang PKI di Kediri, Blitar dan Surabaya sering terjadi. Konflik dipicu ulah orang-orang PKI BTI yang melakukan aksi sepihak terkait pelaksanaan program land reform.

Banyak aset tanah milik kiai NU, PNI dan Masyumi yang tiba-tiba diambil alih orang-orang PKI dengan dalih menegakkan program land reform. Orang-orang PKI di Kediri juga menyerang pondok pesantren.

Karenanya begitu meletus peristiwa G30S PKI, yakni dengan diculiknya para perwira tinggi angkatan darat, para pimpinan NU yang tabayyun langsung menyimpulkan PKI berada di belakang peristiwa itu.

Sebagai sikap politik terhadap peristiwa G30S PKI, pada 1 Oktober 1965, NU langsung mengeluarkan pernyataan sikap. Pertama, NU mencela dengan keras tindakan perebutan kekuasaan oleh apa yang menamakan dirinya Gerakan 30 September. Kedua, NU menolak dan menentang pembentukan Dewan Revolusi.

Sikap menentang Gerakan 30 September 1965 oleh NU ini merupakan yang terdepan. Dan dugaan PKI sebagai dalang di belakang Gerakan 30 September 1965 semakin kuat.

Pada 2 Oktober 1965 editorial Harian Rakjat, yakni surat kabar PKI menurunkan laporan mendukung Gerakan 30 September 1965. Disebutkan Gerakan 30 September 1965 untuk menyelamatkan revolusi dari kudeta yang akan dilakukan Dewan Jenderal.

Selain mengeluarkan pernyataan sikap, NU juga menyusun sejumlah langkah strategis untuk menghadapi situasi krisis yang terjadi. “Langkah ini diambil selain untuk menciptakan ketentraman di masyarakat juga sebagai langkah untuk menyelamatkan negara”.

Seiring dengan itu pasukan RPKAD yang dipimpin oleh Sarwo Edhie Wibowo bergerak. Stasiun RRI yang sebelumnya dikuasai oleh Dewan Revolusi berhasil direbut kembali.

Sejumlah pimpinan, kader, dan seluruh simpatisan PKI diburu dan ditangkap. Pimpinan tertinggi PKI DN Aidit, Njoto dan Letkol Untung Sutopo ditembak mati. Pada 12 Maret 1966, PKI dibubarkan sekaligus dinyatakan sebagai partai terlarang.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Mengulas Kembali Tragedi...
Mengulas Kembali Tragedi Kelam Lubang Buaya: Fakta yang Terjadi
Idealisme Eks Tapol...
Idealisme Eks Tapol PKI Asal Jawa di Pulau Buru Maluku
G30S/PKI Cukup Jadi...
G30S/PKI Cukup Jadi Sejarah, Hasnuryadi: Tak Boleh Terjadi Lagi
Rekomendasi
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Keluarga Roy Suryo dan...
Keluarga Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Ajukan Penangguhan Penahanan
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
Berita Terkini
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, TNI-Polri Siaga di Lokasi
Infografis
Daftar Juara Piala Dunia...
Daftar Juara Piala Dunia U-17: Jerman Baru Pertama Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved