Kisah Hilangnya Kekebalan Pangeran Diponegoro usai Tidur dengan Gadis Peranakan China
Sabtu, 23 September 2023 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Sementara cerita lainnya menyebutkan, dalam suatu pertempuran Pengeran Diponegoro pernah tertembak oleh pasukan Belanda, peluru yang kena dadanya pecah berhamburan. Saat itu Pangeran sedang bersama Sentot Alibasyah Prawirodirdjo.
Tiba-tiba sebuah tembakan mengenai dadanya, peluru itu pecah berhamburan. Kuda Pengaran Diponegoro lalu berlari menuju tempat lain. Diponegoro pernah tertembak dua kali dalam pertempuran di Gawok pada 15 Oktober 1826.
Namun di tubuh Diponegoro tak ditemukan bekas luka tembak. Bahkan, seorang perwira pasukan Belanda dengan P.Diponegoro sedang duduk di tempat penahanannya di Makassar. Saat itu cuaca panas terik, Diponegoro melepas bajunya.
Baca Juga: Kisah Heroik 19 Santri di Kediri, Sabetan Pedangnya Bikin Ribuan Orang PKI Kalang Kabut
Perwira tadi melihat tidak ada bekas luka tembakan di badan Diponegoro tubuhnya bersih. Dia teringat pembicaraan dengan Jenderal De Kock bahwa tubuh Diponegoro dari besi. Tak hanya kebal senjata, Pangeran Diponegoro juga sering lolos dari penyergapan.
Diceritakan saat itu Diponegoro menyusul Basyah Mertonegoro ke Tanah Panjer melalui Bulu Bandung. Kuda Jaya Capa seolah tidak mau bergerak dan kemudian ditarik oleh seorang Gamel (Penuntun kuda) bernama Sumatali.
Keluar dari Bulu Bandhung Pangeran dicegat oleh pasukan Belanda dipimpin oleh Magilis. Para pembesar prajurit menyarankan agar pangeran kembali ke Bulu Bandhung, sebab jumlah pasukan lawan sangat besar.
Tiba-tiba sebuah tembakan mengenai dadanya, peluru itu pecah berhamburan. Kuda Pengaran Diponegoro lalu berlari menuju tempat lain. Diponegoro pernah tertembak dua kali dalam pertempuran di Gawok pada 15 Oktober 1826.
Namun di tubuh Diponegoro tak ditemukan bekas luka tembak. Bahkan, seorang perwira pasukan Belanda dengan P.Diponegoro sedang duduk di tempat penahanannya di Makassar. Saat itu cuaca panas terik, Diponegoro melepas bajunya.
Baca Juga: Kisah Heroik 19 Santri di Kediri, Sabetan Pedangnya Bikin Ribuan Orang PKI Kalang Kabut
Perwira tadi melihat tidak ada bekas luka tembakan di badan Diponegoro tubuhnya bersih. Dia teringat pembicaraan dengan Jenderal De Kock bahwa tubuh Diponegoro dari besi. Tak hanya kebal senjata, Pangeran Diponegoro juga sering lolos dari penyergapan.
Diceritakan saat itu Diponegoro menyusul Basyah Mertonegoro ke Tanah Panjer melalui Bulu Bandung. Kuda Jaya Capa seolah tidak mau bergerak dan kemudian ditarik oleh seorang Gamel (Penuntun kuda) bernama Sumatali.
Keluar dari Bulu Bandhung Pangeran dicegat oleh pasukan Belanda dipimpin oleh Magilis. Para pembesar prajurit menyarankan agar pangeran kembali ke Bulu Bandhung, sebab jumlah pasukan lawan sangat besar.
(ams)
Lihat Juga :