RPA Perindo Dampingi Perempuan Korban Penganiayaan di Gunung Putri Bogor

Jum'at, 22 September 2023 - 17:33 WIB
loading...
RPA Perindo Dampingi...
RPA Partai Perindo memberikan pendampingan kepada wanita berinisial SJ (31) yang menjadi korban penganiayaan di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Foto: MPI/Putra Ramadhani Astyawan
A A A
BOGOR - Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Perindo memberikan pendampingan kepada wanita berinisial SJ (31) yang menjadi korban penganiayaan di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh polisi.

"Hari ini kami RPA Partai Perindo mendampingi ibu SJ yang mengalami tindak kekerasan fisik oleh seseorang berinisial D," ujar Ketua Umum RPA Partai Perindo Jeannie Latumahina kepada wartawan di Polsek Gunung Sindur, Jumat (22/9/2023).

Jeannie menjelaskan, pelaku D yang diketahui sebagai juru pakir melakukan pendorongan terhadap S ketika sang suami terlibat cekcok. Korban sempat terjatuh hingga mengalami luka pada bagian wajah.

"Jadi terjadi pemukulan oleh pelaku kepada ibu ini, sehingga dia jatuh. Sempat kepala pelaku disundul jatuh kena meja, jadi kena mukanya. Ini adalah tindak kekerasan yang dilakukan kepada perempuan dan ibu S melaporkannya kepada RPA Partai Perindo," jelas Jeannie.

Kejadian itu disaksikan oleh anak korban yang masih kecil dan membut trauma. Dari situ, partai berlambang Rajawali mengembangkan sayap dan bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu bergerak untuk melindungi perempuan dan anak.

Baca Juga: Bareskrim Polri Apresiasi Komitmen RPA Perindo Dampingi Perempuan dan Anak Korban Tindak Pidana

Organisasi sayap Partai Perindo yang dipimpin oleh Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo dan mendukung Bacapres Pemilu 2024 Ganjar Pranowo itu berharap polisi dapat segera bertindak untuk mengamankan pelaku. Meskipun sempat ada kekeliruan dalam penulisan laporan pengaduan, yang mana korban dugaan penipuan, bukan dugaan tindak kekerasan.

"Kemarin ada BAP yang salah kasus kekerasan terhadap seorang ibu, tapi di BAP ditulis penipuan. Kami ke sini juga agar BAP itu diubah karena tidak ada hubungannya dengan penipuan. Tetapi mereka sudah merubah. Tetapi kami tegaskan, itu harus unsur penganiayaan, bukan tindakan yang tidak mengenakkan. Ini jelas sudah menjurus pada kekerasan pada perempuan," tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved