Kisah Jelang Eksekusi Mati Amir Sjarifuddin, Sempat Baca Novel Tragedi Romeo Juliet
Rabu, 20 September 2023 - 07:07 WIB
loading...
Amir Sjarifuddin pada akhir November 1948 ditangkap pasukan TNI pimpinan Kemal Idris di Desa Kelambu, Purwodadi, Jateng. Dia merupakan tokoh pemberontakan PKI. Foto/Wikipedia
A
A
A
AMIR Sjarifuddin pada akhir November 1948 ditangkap oleh pasukan TNI yang dipimpin Kemal Idris di Desa Kelambu, Purwodadi, Jawa Tengah. Dia merupakan salah satu tokoh pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Bersama Musso, Amir Sjarifuddin memimpin pemberontakan PKI di Madiun Jawa Timur pada 18 September 1948 yang akhirnya gagal total.
Baca juga: Pidato KH Hasyim Asya'ari Bangkitkan Kekuatan NU saat PKI Mulai Menebar Teror di Madiun
Salah satu penyebab kegagalan pemberontakan PKI Madiun adalah kurangnya dukungan dari rakyat secara luas. Rakyat lebih mendukung pemerintahan Soekarno dan Hatta daripada tawaran pemerintahan Soviet Musso dan Amir Sjarifuddin.
Kondisi itu juga diperparah situasi internal PKI yang kurang solid. Saat pemberontakan meletus, PKI Bojonegoro, Banten dan Sumatra memilih setia kepada Hatta. Mereka enggan mengikuti arahan Musso dan Amir.
Karenanya gaung pemberontakan PKI Madiun 1948 praktis hanya bergema di wilayah Madiun dan Pati. Dalam hitungan hari, pemberontakan yang banyak memakan korban dari kalangan ulama itu berhasil dipadamkan.
Saat dibekuk kondisi mantan Menteri Pertahanan dan Perdana Menteri RI itu mengenaskan.
Baca juga: Siasat 2 Jenderal Bersihkan Tentara Siliwangi dari Antek PKI
Bersama Musso, Amir Sjarifuddin memimpin pemberontakan PKI di Madiun Jawa Timur pada 18 September 1948 yang akhirnya gagal total.
Baca juga: Pidato KH Hasyim Asya'ari Bangkitkan Kekuatan NU saat PKI Mulai Menebar Teror di Madiun
Salah satu penyebab kegagalan pemberontakan PKI Madiun adalah kurangnya dukungan dari rakyat secara luas. Rakyat lebih mendukung pemerintahan Soekarno dan Hatta daripada tawaran pemerintahan Soviet Musso dan Amir Sjarifuddin.
Kondisi itu juga diperparah situasi internal PKI yang kurang solid. Saat pemberontakan meletus, PKI Bojonegoro, Banten dan Sumatra memilih setia kepada Hatta. Mereka enggan mengikuti arahan Musso dan Amir.
Karenanya gaung pemberontakan PKI Madiun 1948 praktis hanya bergema di wilayah Madiun dan Pati. Dalam hitungan hari, pemberontakan yang banyak memakan korban dari kalangan ulama itu berhasil dipadamkan.
Saat dibekuk kondisi mantan Menteri Pertahanan dan Perdana Menteri RI itu mengenaskan.
Baca juga: Siasat 2 Jenderal Bersihkan Tentara Siliwangi dari Antek PKI
Lihat Juga :