alexametrics

Hingga Tengah Malam, Pelayat Masih Banjiri Makam Gus Im

loading...
Hingga Tengah Malam, Pelayat Masih Banjiri Makam Gus Im
Pelayat memadati Ponpes Mambaul Maarif Denanyar, Kabupaten Jombang, untuk mengantar kepergian KH. Hasyim Wahid atau akrab disapa Gus Im. Foto/Dokumen Pribadi/Iman Suwongso
A+ A-
JOMBANG - Lembaran bulan Agustus 2020, dibuka dengan kabar duka cita atas meninggalnya KH Hasyim Wahid atau akrab disapa Gus Im. Almarhum meninggal dunia menjelang subuh, di Rumah Sakit Mayapada Jakarta, Sabtu (1/8/2020).

(Baca juga: Arya Kenang Gus Im sebagai Pria Humoris dan Mentor Politik Semasa Mahasiswa)

Almarhum Gus Im, merupakan adik bungsu almarhum KH Abdurrahman Wahid, atau akrab disapa Gus Dur. Setelah beberapa jam menempuh perjalanan darat, jenazah salah satu tokoh NU yang sosoknya menyimpan banyak "misteri" ini, akhirnya dimakamkan di kompleks pemakaman Ponpes Mamba'ul Ma'arif Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Sabtu (1/8/2020) malam.

Pelayat terus membanjiri Ponpes Mamba'ul Ma'arif, untuk memberikan penghormatan terakhir untuk almarhum Gus Im. Selain keluarga besar NU, pemakaman almarhum Gus Im, juga banyak dihadiri oleh para tokoh mantan aktivis mahasiswa yang pernah bersama-sama berjuang menentang kediktaktoran dimasa orde baru.



"Kami datang untuk memberikan penghormatan terakhir untuk Gus Im. Beliau orang yang sangat baik. Banyak kawan-kawan yang datang dari Malang, Surabaya, Sidoarjo, dan Banyuwangi, untuk memberikan penghormatan terakhir," ujar Iman Suwongso, salah satu pelayat dari Pandanlandung, Kabupaten Malang.

Lantunan doa terus berkumandang mengiringi kepergian sang tokoh yang selalu berjuang dalam "senyap". Para pelayat pun terpaksa harus rela bergantian untuk memasuki area pemakaman, karena adanya pembatasan akibat pandemi COVID-19.



Hingga Tengah Malam, Pelayat Masih Banjiri Makam Gus Im


"Almarhum dimakamkan di (pesantren) Denanyar Jombang," kata Ahmad Athoillah (Gus Aik), kerabat Ponpes Denanyar ketika dikonfirmasi SINDOnews.com lewat ponselnya, Sabtu (1/8/2020).

Tempat pemakaman Gus Im berbeda dengan keluarganya yang dimakamkan di lingkungan Ponpes Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang. Mulai dari kakeknya, KH Hasyim Asy'ari, ayahnya KH Wahid Hasyim, ibunya Solichah Wahid, serta dua kakaknya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, semua dimakamkan di Tebuireng.

Sementara Gus Im, dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga KH Bisri Syansuri. Yakni tokoh pendiri NU sekaligus pendiri Ponpes Mamba'ul Ma'arif. KH Bisri Syansuri merupakan kakek Gus Im dari garis ibunya.

(Baca juga: Megawati Sampaikan Ucapan Duka, PDIP Anggap Gus Im Muslim Nasionalis dan Peduli Wong Cilik)

Sebelum diberangkatkan menuju Ponpes Denanyar lewat jalur darat menggunakan mobil jenazah. Sekitar pukul 11.00 WIB jenazah almarhum Gus Im sempat disalatkan di Masjid Jami Al Munawaroh Ciganjur, Jakarta Selatan.

Gus Im merupakan salah satu tokoh penggerak NU. Pernah menjadi salah satu ketua PBNU dan saat ini sebagai Mustasyar PBNU. Selain di NU, adik Gus Dur dan Gus Sholah ini pernah menjabat sebagai anggota Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Putra pendiri NU KH. Hasyim Wahid itu juga pernah menjadi salah satu pengurus dari PDIP dan anggota Yayasan Keluarga Pembina Kesatuan (YKPK).
(eyt)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak