Perkuat Persatuan di Papua, TNI AD Gelar Dialog Interaktif di Jayapura
Kamis, 14 September 2023 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
"Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dan sinergitas yang baik antara TNI AD dengan komponen masyarakat serta pemerintah daerah untuk mencegah terprovokasinya masyarakat akibat informasi yang tidak benar, baik dari media sosial ataupun informasi berantai yang belum diketahui kebenarannya," katanya.
Menurut Antoninho, pembekalan kepada komponen masyarakat Jayapura ini juga sekaligus dalam rangka menghadapi tahun politik 2024 sehingga diharapkan dapat mencegah secara dini segala bentuk konflik di masa mendatang.
Baca Juga: Anak Asli Papua Pandai Bahasa Jawa Ini Jadi Prajurit TNI AD
Selama ini, kata Antoninho, konflik sosial yang terjadi di berbagai daerah pada masa lalu memberikan pengalaman bahwa setiap konflik yang terjadi terbukti telah mengakibatkan hilangnya rasa aman, timbulnya rasa takut masyarakat, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan korban jiwa, sehingga munculnya trauma psikologis seperti dendam, benci dan antipati, akibatnya dapat menghambat terwujudnya kesejahteraan umum.
"Melalui kegiatan pembinaan komunikasi ini, kami sebagai aparatur negara berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah dan meredam setiap potensi konflik sosial," katanya.
Antoninho menilai, masyarakat Jayapura sangat luar biasa serta antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Tidak hanya itu, mereka juga berpandangan positif. Hal itu, terlihat dari pertanyaan-pertanyan yang dilontarkan kepada para narasumber cukup kritis, akademis, realistis dan berwawasan luas.
"Hal itu wujud warga negara Indonesia yang cinta NKRI harga mati dan salah satu sikap dan komentar yang sangat militan dari peserta yaitu, Papua adalah Indonesia dan Indonesia adalah Papua merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi," ucapnya.
Menurut Antoninho, pembekalan kepada komponen masyarakat Jayapura ini juga sekaligus dalam rangka menghadapi tahun politik 2024 sehingga diharapkan dapat mencegah secara dini segala bentuk konflik di masa mendatang.
Baca Juga: Anak Asli Papua Pandai Bahasa Jawa Ini Jadi Prajurit TNI AD
Selama ini, kata Antoninho, konflik sosial yang terjadi di berbagai daerah pada masa lalu memberikan pengalaman bahwa setiap konflik yang terjadi terbukti telah mengakibatkan hilangnya rasa aman, timbulnya rasa takut masyarakat, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan korban jiwa, sehingga munculnya trauma psikologis seperti dendam, benci dan antipati, akibatnya dapat menghambat terwujudnya kesejahteraan umum.
"Melalui kegiatan pembinaan komunikasi ini, kami sebagai aparatur negara berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah dan meredam setiap potensi konflik sosial," katanya.
Antoninho menilai, masyarakat Jayapura sangat luar biasa serta antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Tidak hanya itu, mereka juga berpandangan positif. Hal itu, terlihat dari pertanyaan-pertanyan yang dilontarkan kepada para narasumber cukup kritis, akademis, realistis dan berwawasan luas.
"Hal itu wujud warga negara Indonesia yang cinta NKRI harga mati dan salah satu sikap dan komentar yang sangat militan dari peserta yaitu, Papua adalah Indonesia dan Indonesia adalah Papua merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi," ucapnya.
Lihat Juga :