Mahasiswi Penganiaya Kucing di Padang Terancam Dikeluarkan dari Kampus
Senin, 04 September 2023 - 21:11 WIB
loading...
Mahasiswi berinisial SA yang tertangkap menganiaya kucing, dengan cara mencekoki minuman keras (Miras) terancam dikeluarkan dari kampusnya. Foto/iNews TV/Wahyu Sikumbang
A
A
A
PADANG - Seorang mahasiswi berinisial SA, terancam dipecat dari kampusnya usai kedapatan menganiaya kucing dengan mencekokinya minuman keras (Miras). Penganiayaan terhadap kucing tersebut, dilakukan di indekost di Kota Padang, Sumatera Barat.
Baca juga: Panglima TNI Perintahkan Brigjen NA Diproses Hukum karena Tembak Mati Kucing
SA merupakan mahasiswa jurusan D3 Kebidanan, salah satu universitas di Kota Bukittinggi. Dekan fakultas universitas tersebut, Desi Maria menyebutkan, dari tiga wanita pelaku penganiayaan kucing, hanya SA yang merupakan mahasiswanya.
Menurut Desi, SA terancam dipecat dari kampus karena sebelumnya juga melakukan pelanggaran. "Kami dari pihak kampus sangat menyayangkan atas perilaku yang viral tersebut," tegasnya.
Baca juga: Kisah PKI Kocar-kacir Digebuk GP Ansor usai Rampas Tanah Muslimat NU Surabaya
"Kami dari pihak akademik sedikit menggambarkan, bahwa mahasiswa itu memang mahasiswa kami yang sedang dalam pembinaan karena sebelumnya juga melakukan pelanggaran, sehingga kami beri sanksi dan diberi kesempatan dengan perjanjian untuk tidak mengulangi kesalahan lagi," imbuh Desi.
Baca juga: Panglima TNI Perintahkan Brigjen NA Diproses Hukum karena Tembak Mati Kucing
SA merupakan mahasiswa jurusan D3 Kebidanan, salah satu universitas di Kota Bukittinggi. Dekan fakultas universitas tersebut, Desi Maria menyebutkan, dari tiga wanita pelaku penganiayaan kucing, hanya SA yang merupakan mahasiswanya.
Menurut Desi, SA terancam dipecat dari kampus karena sebelumnya juga melakukan pelanggaran. "Kami dari pihak kampus sangat menyayangkan atas perilaku yang viral tersebut," tegasnya.
Baca juga: Kisah PKI Kocar-kacir Digebuk GP Ansor usai Rampas Tanah Muslimat NU Surabaya
"Kami dari pihak akademik sedikit menggambarkan, bahwa mahasiswa itu memang mahasiswa kami yang sedang dalam pembinaan karena sebelumnya juga melakukan pelanggaran, sehingga kami beri sanksi dan diberi kesempatan dengan perjanjian untuk tidak mengulangi kesalahan lagi," imbuh Desi.
Lihat Juga :