Hari Ketujuh Operasi Patuh Candi, Zero Kecelakaan Menonjol di Jateng
Jum'at, 31 Juli 2020 - 16:04 WIB
loading...
Dirlantas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Arman Achdiat menyatakan sampai hari ketujuh Operasi Patuh Candi 2020, tidak ada kecelakaan menonjol di Jateng. Foto/Ist
A
A
A
BREBES - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng , Kombes Pol Arman Achdiat menyatakan sampai hari ketujuh Operasi Patuh Candi 2020, tidak ada kecelakaan menonjol di Jateng. Meski demikian, tercacat ada 251 peristiwa kecelakaan . Operasi juga menemukan 11.277 pelanggaran di mana 4.474 pelanggaran dikenakan tilang (bukti pelanggaran), sementara sisanya diberikan teguran oleh petugas.
Arman mengungkapkan tidak adanya kecelakaan menonjol terus diupayakan melalui cipta kondisi seperti pendidikan masyarakat dan program Turjawali (pengaturan penjagaan pengawalan dan patroli) dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan COVID-19. (Baca juga: Intip Kekompakan Gibran-Teguh saat Penyembelihan Hewan Kurban)
Sedangkan penerapan contraflow dan oneway hanya dilakukan secara situasional. Petugas juga memberi prioritas kepada kendaraan kecil bila terjadi kepadatan lalu lintas. Sehingga truk dan mobil yang bermuatan beban dialihkan ke jalur arteri. (Baca juga: 30 Tahun Jadi Tukang Jagal, Parang Mendadak Tumpul saat Sembelih Kurban)
Selain itu telah dilakukan 59.000 kali lebih kegiatan Dikmas dalam bentuk sosialisasi dan edukasi melalui media cetak, media elektronik, media siber dan media sosial. Adapun 36.033 kali Turjawali dengan penjagaan obyek wisata, pengaturan arus lalu lintas dan patroli jalan raya.
"Sebagai laporan, petugas PJR yang bertugas di jalan tol yang ada di Jateng ada 79 personel," kata Arman saat memaparkan kepada Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Asops Kapolri Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Wahyu Hidayat, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, beberapa pejabat utama Polda Jateng, Bupati dan Kapolres Brebes dan Kasdim 0713/Brebes Mayor Inf Edwin Samma Baratiku di Brebes, Kamis sore (30/7/2020).
Arman mengungkapkan tidak adanya kecelakaan menonjol terus diupayakan melalui cipta kondisi seperti pendidikan masyarakat dan program Turjawali (pengaturan penjagaan pengawalan dan patroli) dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan COVID-19. (Baca juga: Intip Kekompakan Gibran-Teguh saat Penyembelihan Hewan Kurban)
Sedangkan penerapan contraflow dan oneway hanya dilakukan secara situasional. Petugas juga memberi prioritas kepada kendaraan kecil bila terjadi kepadatan lalu lintas. Sehingga truk dan mobil yang bermuatan beban dialihkan ke jalur arteri. (Baca juga: 30 Tahun Jadi Tukang Jagal, Parang Mendadak Tumpul saat Sembelih Kurban)
Selain itu telah dilakukan 59.000 kali lebih kegiatan Dikmas dalam bentuk sosialisasi dan edukasi melalui media cetak, media elektronik, media siber dan media sosial. Adapun 36.033 kali Turjawali dengan penjagaan obyek wisata, pengaturan arus lalu lintas dan patroli jalan raya.
"Sebagai laporan, petugas PJR yang bertugas di jalan tol yang ada di Jateng ada 79 personel," kata Arman saat memaparkan kepada Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Asops Kapolri Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Wahyu Hidayat, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, beberapa pejabat utama Polda Jateng, Bupati dan Kapolres Brebes dan Kasdim 0713/Brebes Mayor Inf Edwin Samma Baratiku di Brebes, Kamis sore (30/7/2020).
Lihat Juga :