88 WNA China Pelaku Pemerasan Modus Telepon Video Seks Ditangkap di Batam
Rabu, 30 Agustus 2023 - 09:12 WIB
loading...
Polda Kepri dan polisi China, berhasil membongkar komplotan pemerasan dengan modus telepon video seks di Kota Batam. Foto/iNews TV/Gusti Yennosa
A
A
A
BATAM - Sebanyak 88 orang Warga Negara Asing (WNA) asal China, ditangkap di Kota Batam, oleh tim gabungan dari Polda Kepulauan Riau (Kepri), bersama polisi China. Mereka merupakan anggota komplotan pemerasan, dengan modus telepon video seks.
Baca juga: Ogan Ilir Gempar! Beredar Video Nakes Cantik Tanpa Baju
Puluhan WNA China tersebut, menempati ruko tiga lantai di kawasan Kara Industri Park, Batam Centre, Kota Batam. Ruko yang ditempati para pelaku kejahatan jaringan internasional itu, kondisinya sangat tertutup.
Saat ditangkap, sebanyak 88 WNA China itu terlihat sangat ketakutan. Para pelaku pemerasan dengan modus telepon video seks ini, menyasar ratusan pejabat di China. "Kami temukan banyak server telepon dan laptop di dalam ruko tersebut," ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Zahnawi Pandra Arsyad.
Baca juga: Imam Masykur, Pemuda Aceh yang Tewas Dianiaya Anggota Paspampres Ternyata Tulang Punggung Keluarga
Arsyad juga mengatakan, dalam menjalankan aksi kejahatannya para pelaku wanita merayu dan membangun hubungan emosional dengan korban melalui telepon dan video call. Selain itu, pelaku wanita juga merayu korban dengan bumbu seksual dan porno.
Baca juga: Ogan Ilir Gempar! Beredar Video Nakes Cantik Tanpa Baju
Puluhan WNA China tersebut, menempati ruko tiga lantai di kawasan Kara Industri Park, Batam Centre, Kota Batam. Ruko yang ditempati para pelaku kejahatan jaringan internasional itu, kondisinya sangat tertutup.
Saat ditangkap, sebanyak 88 WNA China itu terlihat sangat ketakutan. Para pelaku pemerasan dengan modus telepon video seks ini, menyasar ratusan pejabat di China. "Kami temukan banyak server telepon dan laptop di dalam ruko tersebut," ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Zahnawi Pandra Arsyad.
Baca juga: Imam Masykur, Pemuda Aceh yang Tewas Dianiaya Anggota Paspampres Ternyata Tulang Punggung Keluarga
Arsyad juga mengatakan, dalam menjalankan aksi kejahatannya para pelaku wanita merayu dan membangun hubungan emosional dengan korban melalui telepon dan video call. Selain itu, pelaku wanita juga merayu korban dengan bumbu seksual dan porno.
Lihat Juga :