Sejarah dan Asal-usul Binjai, Kota di Sumatera Utara yang Terkenal

Selasa, 29 Agustus 2023 - 14:54 WIB
loading...
Sejarah dan Asal-usul...
Binjai adalah salah satu kota yang terletak di Provinsi Sumatera Utara. Foto/Dok. Dinas Pariwisata Binjai Kota
A A A
JAKARTA - Binjai adalah salah satu kota yang terletak di Provinsi Sumatera Utara , Indonesia. Kota ini memiliki sejarah panjang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor budaya, ekonomi, dan sosial.

Dalam perkembangannya, Binjai menjadi kota dengan aktivitas penting di wilayah tersebut. Mari menelusuri sejarah dan asal-usul Kota Binjai yang menarik ini.

Asal-usul Binjai


Dahulu, Binjai dikenal sebagai kota yang berlokasi di antara dua sungai penting, yakni Sungai Mencirim di sisi timur dan Sungai Bingai di sisi barat. Daerah ini terletak di antara wilayah dua kerajaan Melayu, yakni Kesultanan Deli dan Kerajaan Langkat.

Berdasarkan cerita dari nenek moyang yang diwariskan melalui berbagai catatan sejarah, Binjai bermula sebagai kampung kecil yang terletak di tepi Sungai Bingai, tepatnya di daerah yang sekarang dikenal sebagai Kelurahan Pekan Binjai.

Upacara adat yang digelar ketika kampung tersebut pertama kali didirikan dilakukan di bawah naungan sebatang pohon Binjai (Mangifera caesia) yang rindang. Pohon tersebut memiliki batang yang sangat besar dan tumbuh subur di tepian Sungai Bingai.

Di sekitar pohon Binjai mulai didirikan beberapa rumah untuk tempat tinggal. Seiring berjalannya waktu, rumah-rumah di daerah tersebut semakin banyak dan areanya semakin luas.

Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Makassar, Daerah Pemilik Julukan Kota Daeng

Daerah tersebut berkembang menjadi sebuah kota atau pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh kapal-kapal tongkang yang datang dari daerah Stabat, Tanjung Pura, dan bahkan Selat Malaka.

Seiring berjalannya waktu, pohon Binjai ini menjadi identifikasi yang erat dengan daerah tersebut. Hingga akhirnya nama kota Binjai pun berasal dari nama pohon Binjai tersebut.

Di sumber lain, asal-usul kata "Binjai" berasal dari kata "Binjéi," yang mengandung arti dari kata "ben" dan "i-jéi" yang dalam bahasa Karo memiliki makna "bermalam di sini". Pemahaman ini diyakini oleh sebagian besar penduduk asli kota Binjai, terutama dari kelompok etnis Karo.

Bukti kuat zaman dulu yang menunjukan Binjai adalah sebuah permukiman yang terletak di jalur yang digunakan oleh "Perlanja Sira", pedagang dari Karo yang datang untuk barter dengan pedagang garam di Langkat.

Perjalanan jauh yang ditempuh Perlanja Sira memakan waktu lebih dari satu hari. Hal ini mengharuskan para pedagang Karo bermalam di tempat yang sama kala itu.

Daerah yang menjadi lokasi bermalam para Perlanja Sira ini lambat laun dikenal sebagai Kuta Binjei atau yang saat ini dikenal sebagai Kota Binjai.

Sejarah Binjai

Era Kolonial


Sejak tahun 1822, Binjai berubah menjadi sebuah bandar dan pelabuhan, menjadi tempat ekspor lada yang berasal dari perkebunan di daerah sekitar Ketapangai (Pungai).

Pada tahun 1864, Belanda memulai usaha menanam tembakau di Daerah Deli, didorong oleh upaya pioner J. Nienkyis.

Ini akhirnya mengarah pada pendirian Deli Maatschappij pada tahun 1866. Pemerintah Belanda mencoba memecah belah daerah dengan memanfaatkan konflik antara datuk-datuk.

Baca Juga Mengenal Sejarah dan Asal-usul Singkawang, Kota Berjuluk Seribu Kelenteng di Kalimantan

Namun, Datuk Kocik, Datuk Jalil, dan Suling Barat bersikeras menentang upaya ini, sementara Datuk Sunggal menolak memberikan tanah kepada perusahaan Rotterdenmy tanpa persetujuan.

Di bawah kepemimpinan Datuk Sunggal, penduduk di Timbang Langkat (Binjai) membangun benteng pertahanan melawan pasukan Belanda.

Pada tanggal 17 Mei 1872, pertempuran hebat terjadi antara Datuk, masyarakat, dan pasukan Belanda. Peristiwa perlawanan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah dan dijadikan momen hari jadi Kota Binjai.

Semangat perjuangan datuk dan masyarakat terus berlanjut, dan pada tanggal 24 Oktober 1872, Belanda berhasil menangkap Datuk Kocik, Datuk Jalil, dan Suling Barat, kemudian mengasingkannya.

Para Datuk itu kemudian dibuang ke Cilacap, Jawa Tengah pasca pertempuran hebat dengan Belanda.

Era Jepang


Selama masa pendudukan Jepang di Indonesia yang dimulai pada tahun 1942, kepemimpinan di Binjai dipegang oleh Kagujawa, yang memimpin daerah tersebut selama dua tahun. Setelah itu, pada tahun 1944 hingga 1945, peranan kepemimpinan diambil alih oleh J Runnanbi, yang menjadi ketua Dewan Eksekutif.

Era Pasca Kemerdekaan Indonesia


Pasca kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, kepemimpinan pemerintahan Binjai dipegang oleh RM Ibnu.

Pada tanggal 29 Oktober 1945, T Amir Hamzah diangkat menjadi Residen Langkat oleh Komite Nasional.

Seiring perkembangan waktu, Kota Binjai berkembang menjadi salah satu wilayah tingkat II di Provinsi Sumatera Utara. Setelah diadopsinya Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1986, luas wilayah Kota Binjai diperluas menjadi 90,23 km persegi.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Prabowo Apresiasi Penanganan...
Prabowo Apresiasi Penanganan Bencana di Sumut: Sebagian Besar Sudah Mengalami Perbaikan
BNPB: 2 dari 18 Kabupaten/Kota...
BNPB: 2 dari 18 Kabupaten/Kota di Sumut Masih Terisolasi
BMKG Ingatkan Cuaca...
BMKG Ingatkan Cuaca Sumut Masih Dinamis: Waspada, Jangan Panik
Banjir Rendam Lapas...
Banjir Rendam Lapas di Sumut, Dirjenpas Cek Lokasi Terdampak
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Asal-Usul dan Kisah...
Asal-Usul dan Kisah Puasa Tarwiyah-Arafah
Rekomendasi
Jerman Unggul atas Curacao...
Jerman Unggul atas Curacao 3-1 di Babak Pertama, Tim Debutan Sempat Bikin Kejutan
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved