Fakta Baru Terungkap! Mtsn Negeri Kunir Blitar Diduga Kaburkan Kematian Siswa Akibat Dikeroyok di Kelas

Senin, 28 Agustus 2023 - 15:25 WIB
loading...
Fakta Baru Terungkap!...
Misatin dan Mustofa, orang tua korban AJH (14) siswa Mtsn Kunir Kabupaten Blitar yang tewas dianiaya oleh teman-temannya di dalam kelas. Foto/MPI/Solichan Arif
A A A
BLITAR - Pengusutan kasus kematian siswa Mts Negeri 01 atau Mtsn Kunir Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang tewas akibat dianiaya dan dikeroyok temannya di kelas terus berlanjut. Polisi telah memeriksa sebanyak 16 orang saksi, yakni berasal dari unsur guru dan siswa.

Terungkap fakta baru bahwa sejak awal pihak Mtsn Kunir diduga mengaburkan fakta kejadian dari orang tua korban.

Baca juga: Memilukan! Dibully Fisik oleh Teman-temannya, Siswa Mts Negeri Kunir Blitar Tewas di Kelas

Meski korban AJH (14) di rumah sakit telah dinyatakan tewas, orang tua korban hanya diberi informasi kalau korban hanya mengalami kecelakaan kecil, yakni terkena bola saat bermain.

Hal itu yang membuat pihak keluarga korban awalnya menerima dengan lapang dada apa yang terjadi sebagai kecelakaan atau musibah. Namun sikap itu berubah begitu polisi menyatakan kematian AJH akibat kekerasan.



Misatin, ibu korban AJH ditemui di rumahnya di Dusun Manggar Desa Kunir Kecamatan Wonodadi mengatakan, hingga hari ini pihak Mtsn Kunir tidak memberitahu kalau anaknya telah menjadi korban kekerasan.

Kabar penyebab kematian putranya justru ia peroleh dari kerabat yang kebetulan menjadi petugas di Polres Tulungagung.

Baca juga: Polisi Dalami Kematian Siswa MTs Negeri Kunir yang Diduga Dianiaya di Kelas

“Sampai sekarang tidak ada keterangan dari Mts (Mtsn Kunir) kalau anak saya menjadi korban kekerasan,” tutur Ny Misatin kepada MPI Senin (28/8/2023).

AJH, siswa kelas IX tewas setelah mendapat serangan fisik temannya Jumat (25/8/2023). AJH dihajar di kelas saat pergantian jam pelajaran. Ia dipukul dan ditendang bertubi-tubi hingga menghembuskan napas terakhir.

Misatin mengatakan dirinya sedang berada di rumah saat seorang guru Mtsn Kunir datang. Sementara Mustofa, suaminya sedang berada di sawah. Yang ia ingat saat itu sekitar pukul 10.30 Wib.

Oleh guru bersangkutan, Misatin diberitahu kalau putranya sedang berada di RS Itihad Srengat lantaran mengalami kecelakaan kecil. Ia sempat berfikir, kalau kecelakaan kecil kenapa sampai dilarikan ke rumah sakit.

“Mungkin agar saya tidak panik, disampaikan kecelakaan kecil. Saya mau dibonceng tapi menolak dan memilih membawa sepeda motor sendiri. Biar cepat,” terangnya.

Sesampai di RS Itihad, Misatin melihat sudah ada sejumlah guru Mtsn Kunir. Ia tidak curiga apa-apa karena telah dikatakan kecelakaan kecil. Para guru menyambutnya.

Sejumlah guru perempuan menyalami dan memeluk sembari memintanya untuk kuat sekaligus bersabar. Misatin mengaku terbengong-bengong. Karena penasaran ia menanyakan kondisi putranya.

Ia juga menyatakan ingin melihat putranya secara langsung.

“Dijawab oleh salah seorang guru kalau anak saya tidak apa-apa. Saat ini sedang ditangani dokter. Mungkin saja untuk menenangkan,” kata Misatin.

Namun tak berlangsung lama, seorang guru perempuan, kata Misatin memeluknya sembari mengatakan agar bersabar karena anaknya telah meninggal dunia.

Misatin seketika syok, limbung, dan kesadarannya lenyap. Begitu sadar, ia meminta ingin bertemu anaknya dan itu ia sampaikan berulang-ulang. Oleh salah seorang guru Mtsn Kunir Misatin dibawa ke atas tempat tidur UGD dan dibaringkan. Misiatin mengaku sempat berteriak histeris.

“Kulo mbengok. Kulo ten mriki mboten pingin tilem mriki. Kulo pingin weruh anak kulo. Kulo ibuke mosok mboten kiat. (Saya teriak. Saya di sini tidak ingin tidur di sini. Saya ingin bertemu anak saya. Saya ibunya, masak tidak kuat),” kenang Misatin.

Misatin ditemani Mustofa yang tidak berselang kemudian juga tiba di rumah sakit melihat langsung AJH yang sudah terbujur kaku. Dengan menguatkan diri, kedua orang tua itu melihat langsung bagian leher putranya lebam-lebam.

Kemudian juga bagian punggung atau tulang ekor yang membiru. Menurut Misatin, sampai detik itu ia belum tahu kalau kematian putranya diakibatkan tindak kekerasan.

“Yang saya tahu seperti disampaikan pihak Mtsn Kunir anak saya meninggal karena kecelakaan kecil,” ungkapnya.

Misatin awalnya bisa menerima apa yang menimpa putranya. Menurutnya, kalau memang anaknya meninggal karena kecelakaan yang tidak disengaja, itu sudah menjadi takdirnya.

Namun pandangan Misatin sontak berubah ketika kerabatnya yang bekerja di Polres Tulungagung menyatakan tidak terima. Sembari menangis, yang bersangkutan mengatakan AJH telah dibunuh. Kematian AJH disebabkan kekerasan yang terjadi di sekolah, bukan kecelakaan kecil.

Pihak keluarga kemudian memutuskan kasus kematian AJH harus diusut tuntas. Untuk kepentingan penyelidikan, keluarga mengizinkan jenazah AJH diautopsi. Selain menghukum pelaku, Misatin juga menegaskan pihaknya juga meminta pihak Mtsn Kunir bertanggung jawab.

Sebab orang tua menitipkan anak di sekolah bukan untuk dianiaya, apalagi sampai kehilangan nyawa. “Kami meminta pihak Mtsn Kunir juga bertanggung jawab,” tegas Misatin.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Kunir Bastoni alias Abas yang meminta pihak Mtsn Kunir untuk tidak menutup-nutupi kasus yang terjadi. Sebagai kerabat korban dan kades, ia menilai pihak Mtsn Kunir hingga kini tidak terbuka dalam mengungkap kasus ini.

“Yang terjadi, saat saya mencoba menanyakan perkara ini, yakni karena saya kerabat korban, pihak Mtsn Kunir tidak ada satupun yang merespon. Dalam kasus ini Mtsn Kunir harus bertanggung jawab,” ujarnya.

Menanggapi hal itu Kasi Penma Kemenag Kabupaten Blitar Baharuddin meminta pihak Mtsn Kunir untuk terbuka. Dalam kasus ini kemenag juga melakukan investigasi guna memastikan adanya unsur kelalaian.

Jika memang terbukti, Kemenag siap menjatuhkan sanksi tegas. Terkait pelaku yang masih berusia anak-anak, Baharuddin berharap penanganan hukum dilakukan secara khusus, yakni mengedepankan masa depan anak.

“Pihak madrasah (Mtsn Kunir) harus terbuka. Kalau dari proses investigasi nanti kami menemukan unsur kelalaian, tentu akan kami berikan tindakan,” ujarnya. Seperti diketahui, informasi dari Polres Blitar Kota, sebanyak 16 orang telah diperiksa sebagai saksi dalam insiden kematian siswa Mtsn Kunir Blitar.

Pelaku penganiayaan, yakni rekan korban AJH telah ditahan. Namun karena masih berusia anak-anak yang bersangkutan mendapatkan perlakuan sebagaimana tahanan anak-anak. Saat ini keluarga juga masih menunggu hasil autopsi AJH.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
2 Petugas Lapas Blitar...
2 Petugas Lapas Blitar Diperiksa terkait Dugaan Jual Beli Sel Khusus Rp100 Juta
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Rekomendasi
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Berita Terkini
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Kecelakaan Maut Truk...
Kecelakaan Maut Truk Tabrak Sejumlah Motor di Bekasi, Polisi Periksa Saksi dan CCTV
Truk Tabrak Motor di...
Truk Tabrak Motor di Bekasi Timur: 1 Orang Tewas, 5 Luka-luka
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved