Rahmad Pribadi: Penyesuaian Harga Gas Dukung Ketahanan Pangan
Kamis, 30 Juli 2020 - 20:11 WIB
loading...
A
A
A
Adapun penyesuaian harga gas bumi diatur untuk 7 (tujuh) sektor, salah satunya industri pupuk, di mana harga pada titik serah pengguna (plant gate) ditetapkan pada kisaran harga USD6 per MMBTU (Million British Thermal Units). "Dengan penyesuaian harga gas terbaru ini, kami memproyeksikan Petrokimia Gresik dapat menghemat biaya sebesar Rp743,97 miliar," ujarnya.
Rahmad menjelaskan bahwa penyesuaian harga gas membantu meningkatkan efisiensi perusahaan dalam menghadapi persaingan global. Efisiensi ini sejalan dengan program transformasi bisnis yang dijalankan Petrokimia Gresik sejak 2019 melalui perbaikan dan peningkatkan efisiensi value chain. "Apabila value chain mencapai tahapan paling efektif dan efisien, tentu harga pokok penjualan produk Petrokimia Gresik dapat lebih kompetitif, sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar global," ujarnya.
Dia menambahkan, pada tahun ini Petrokimia Gresik juga akan bertransformasi dari single industry firm menjadi related diversified industry dengan meneruskan hilirisasi produk. "Untuk itu, kita juga akan mengkaji produk hilir berbasis gas alam yang mempunyai nilai tambah yang besar," imbuhnya.
Salah satunya adalah Soda Ash yang akan memanfaatkan gas CO2 hasil samping dari pabrik amoniak sebesar 174.000 ton. Melalui program hilirisasi ini diharapkan semakin meningkatkan profitabilitas. Rahmad menjelaskan bahwa penyesuaian harga gas tersebut akan sangat membantu perusahaan dalam menghadapi persaingan global. "Apabila value chain mencapai tahapan paling efektif dan efisien, tentu harga pokok penjualan produk Petrokimia Gresik dapat lebih kompetitif, sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar global," ujarnya.
Penyesuaian harga gas juga berdampak positif dalam mengefisienkan dana subsidi yang dibayar oleh pemerintah melalui APBN. Melalui efisiensi tersebut, pemerintah memiliki opsi untuk menambah kuantum produksi pupuk bersubsidi bagi petani. Efisiensi tersebut juga dapat digunakan untuk peningkatan kualitas produk dan pelayanan dari Petrokimia Gresik. "Sehingga pada akhirnya kebijakan penyesuaian harga gas ini akan dirasakah oleh petani di seluruh Nusantara," ujarnya.
Rahmad menjelaskan bahwa penyesuaian harga gas membantu meningkatkan efisiensi perusahaan dalam menghadapi persaingan global. Efisiensi ini sejalan dengan program transformasi bisnis yang dijalankan Petrokimia Gresik sejak 2019 melalui perbaikan dan peningkatkan efisiensi value chain. "Apabila value chain mencapai tahapan paling efektif dan efisien, tentu harga pokok penjualan produk Petrokimia Gresik dapat lebih kompetitif, sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar global," ujarnya.
Dia menambahkan, pada tahun ini Petrokimia Gresik juga akan bertransformasi dari single industry firm menjadi related diversified industry dengan meneruskan hilirisasi produk. "Untuk itu, kita juga akan mengkaji produk hilir berbasis gas alam yang mempunyai nilai tambah yang besar," imbuhnya.
Salah satunya adalah Soda Ash yang akan memanfaatkan gas CO2 hasil samping dari pabrik amoniak sebesar 174.000 ton. Melalui program hilirisasi ini diharapkan semakin meningkatkan profitabilitas. Rahmad menjelaskan bahwa penyesuaian harga gas tersebut akan sangat membantu perusahaan dalam menghadapi persaingan global. "Apabila value chain mencapai tahapan paling efektif dan efisien, tentu harga pokok penjualan produk Petrokimia Gresik dapat lebih kompetitif, sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar global," ujarnya.
Penyesuaian harga gas juga berdampak positif dalam mengefisienkan dana subsidi yang dibayar oleh pemerintah melalui APBN. Melalui efisiensi tersebut, pemerintah memiliki opsi untuk menambah kuantum produksi pupuk bersubsidi bagi petani. Efisiensi tersebut juga dapat digunakan untuk peningkatan kualitas produk dan pelayanan dari Petrokimia Gresik. "Sehingga pada akhirnya kebijakan penyesuaian harga gas ini akan dirasakah oleh petani di seluruh Nusantara," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :