Tingkatkan Budaya Literasi, Bacaleg Okta: Perbanyak Kegiatan di Perpustakaan
Kamis, 24 Agustus 2023 - 20:42 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa faktor lain yang menyebabkan budaya literasi pada masyarakat Indonesia masih rendah adalah penggunaan teknologi informasi elektronik yang lebih canggih. Sehingga, buku tidak lagi menjadi media utama mendapatkan informasi yang diharapkan.
Adanya teknologi informasi seperti mesin pencari Google, Yahoo, semakin membuat manusia melupakan keberadaan buku. Situs mesin pencari dianggap lebih mudah dan praktis sehingga melunturkan minat literasi masyarakat dan beralih menggunakan teknologi yang serba instan dan cepat.
Kehadiran perpustakaan di Tangsel sebenarnya menjadi sarana meningkatkan gemar membaca di kalangan anak-anak termasuk generasi muda. “Infrastruktur yang tersedia pun sudah mumpuni untuk mendukung kegiatan literasi. Apalagi dengan dukungan koleksi ribuan buku,'' ujar Okta.
Untuk mendukung supaya perpustakaan ini dikunjungi dan menjadi tempat mengisi waktu harus banyak kegiatan-kegiatan yang mengundang anak-anak, pelajar, dan mahasiswa untuk menjadikan perpustakaan sebagai tempat nongkrong atau berkumpul. Berdiskusi soal apa saja sehingga anak-anak, pelajar, dan mahasiswa menjadikan perpustakaan sebagai tempat berinteraksi.
Gebyar Perpustakaan yang berlangsung 24-25 Agustus 2023 ini juga diisi dengan berbagai kegiatan untuk mempromosikan perpustakaan. Mulai dari lomba mewarnai ibu dan anak, tari saman, lomba paduan suara hingga lomba di Instagram dan TikTok untuk kalangan anak muda.
Adanya teknologi informasi seperti mesin pencari Google, Yahoo, semakin membuat manusia melupakan keberadaan buku. Situs mesin pencari dianggap lebih mudah dan praktis sehingga melunturkan minat literasi masyarakat dan beralih menggunakan teknologi yang serba instan dan cepat.
Kehadiran perpustakaan di Tangsel sebenarnya menjadi sarana meningkatkan gemar membaca di kalangan anak-anak termasuk generasi muda. “Infrastruktur yang tersedia pun sudah mumpuni untuk mendukung kegiatan literasi. Apalagi dengan dukungan koleksi ribuan buku,'' ujar Okta.
Untuk mendukung supaya perpustakaan ini dikunjungi dan menjadi tempat mengisi waktu harus banyak kegiatan-kegiatan yang mengundang anak-anak, pelajar, dan mahasiswa untuk menjadikan perpustakaan sebagai tempat nongkrong atau berkumpul. Berdiskusi soal apa saja sehingga anak-anak, pelajar, dan mahasiswa menjadikan perpustakaan sebagai tempat berinteraksi.
Gebyar Perpustakaan yang berlangsung 24-25 Agustus 2023 ini juga diisi dengan berbagai kegiatan untuk mempromosikan perpustakaan. Mulai dari lomba mewarnai ibu dan anak, tari saman, lomba paduan suara hingga lomba di Instagram dan TikTok untuk kalangan anak muda.
(jon)
Lihat Juga :