alexametrics

Polda Banten Tangkap 9 Penyelundup 159 Kg Ganja Antar Provinsi

loading...
Polda Banten Tangkap 9 Penyelundup 159 Kg Ganja Antar Provinsi
Polda Banten Tangkap 9 Penyelundup 159 Kg Ganja Antar Provinsi. Foto/SINDOnews/Teguh Mah
A+ A-
SERANG - Ditnarkoba Polda Banten mengungkap penyelundupan narkotika jenis ganja seberat 159 kilogram di Rest Area Bogeg, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten, Kamis (23/7/2020).

Kapolda Banten irjen Pol Drs Fiandar kepada awak media saat press conference di Mapolda Banten Kamis (30/7/2020), mengatakan dari hasil pengungkapan tersebut sebanyak 9 tersangka berhasil diamankan di tiga lokasi yang berbeda yakni di Cideng Jakarta Pusat, Parung Bogor dan Aceh.

Sembilan Pelaku yang diamankan yaitu SP (33) ditangkap di Aceh Besar perannya sebagai pengirim barang, RN (31) ditangkap di Banda Aceh sebagai mengawasi proses packing dan perjalanan barang.

Kemudian MN (43) ditangkap di Aceh Besar sebagai pengepul barang, HN (39) ditangkap di Aceh Besar perannya sebagai penjemput barang dari gudang, menuju ekspedisi CMC, FR (39) ditangkap di Aceh Besar perannya sebagai pembantu proses packing ganja.



Selanjutnya BY (35) ditangkap di Cideng, Jakarta Pusat, perannya sebagai pengatur pengambilan barang dan pengawas jalur barang, AS (37) ditangkap di Parung, Bogor, Jabar, perannya sebagai pengawas penerimaan barang, MR (31) ditangkap di Parung, Bogor, Jabar, perannya sebagai pengawas barang, dan YN (30) ditangkap di Cideng, Jakarta Pusat.

Fiandar mengatakan, motif penyelundupan ini yaitu mengedarkan narkotika jenis ganja ke wilayah Jakarta dan Jawa Barat untuk mendapatkan keuntungan.



Modusnya yaitu ganja tersebut dikemas kedalam peti dan 4 (empat) buah panel sebuah perusahaan telekomunikasi untuk mengelabuhi petugas di lapangan.

"Barang Bukti yang telah diamankan yaitu 1 unit mobil merk Hino, 1 buah peti kayu warna merah marun berisi 99 paket dilakban coklat, diduga berisi narkotika jenis ganja dan 4 buah fiber berisikan masing-masing 15 paket, dilakban coklat berisi narkotika jenis ganja. Total 159 kg. Dokumen pengiriman dan penerimaan, alat komunikasi Hp para tersangka dan kartu ATM, 1 unit R2 Jupiter MX, 1 unit R2 Honda Beat Street 1 unit R4 Toyota Avanza," papar Fiandar.

Sementara itu Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyampaikan, kronologis pengungkapan bermula pada awal Juli 2020 pihaknya mendapatkan informasi akan ada pengiriman narkotika jenis ganja dengan jumlah besar dari Aceh menuju Jakarta yang kemudian dilakukan pendalaman informasi.

Pada 18 Juli team surveilance di aceh monitor barang di Cipta Mandiri Cargo dan diberangkatkan ke Jakarta, kemudian pada 23 Juli target termonitor telah tiba di Bakauhuni Lampung dan akan menyeberang ke Merak.

Lalu tim Ditnarkoba melakukan penghadangan dan penangkapan di rest area tol Tangerang Merak kilometer 64. Ditemukan barang bukti jenis ganja dalam truk pengiriman barang

"Setelah itu tim melakukan control delivery hingga ke kantor CMC di Cideng Jakpus, kemudian pada Jumat 24/07/20 hingga Minggu 26/07/20 Tim Gabungan Subdit melakukan penangkapan serentak di 3 lokasi berbeda Cideng Jakpus (2 TSK), Parung Bogor (2 TSK) dan Aceh (5 TSK)," kata Susatyo.

Susatyo mengatakan Akibat perbuatannya kesembilan tersangka telah melanggar pasal 114 ayat (2) pasal 111 ayat (2) pasal 132 ayat (2) undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimum hukuman mati. (Baca juga: Vernita Syabilla Ngaku Berduaan di Kamar Hotel dengan Lelaki, Namun Bantah Terlibat Prostitusi)

Terakhir Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menyampaikan imbauan kepada masyarakat jangan menggunakan narkoba dan hindari narkoba. (Baca juga: Ngaku Dapat Tranferan Rp10 Juta, Artis Vernita Syabilla Bantah Bawa Kondom)

"Kami mengajak kepada masyarakat untuk hindari Narkoba dan mohon peran aktif tokoh masyarakat, agar bisa membantu polisi dalam berantas narkoba dengan cara melaporkan ke polisi terdekat," ujarnya.
(boy)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak