Atasi Stunting, BKKBN dan Dexa Medica Edukasi Bidan di Blitar
Selasa, 22 Agustus 2023 - 19:55 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Blitar 2021 sebesar 14,5% dan pada 2022 turun 0,2%. “Saya berharap kasus stunting di Kabupaten Blitar bisa ditekan lagi sehingga bisa zero stunting di 2023,” ujarnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar Christine Indrawati memutuskan membeli bahan herbal untuk mendukung produksi ASI yakni melalui HerbaAsimor. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk berbelanja produk dalam negeri dengan TKDN tinggi minimal 25%.
Tahun lalu mereka belanja HerbaAsimor yang dibagikan kepada ibu-ibu menyusui. Sasaran pemberian HerbaAsimor kepada 1.462 orang dan diberikan selama 6 bulan. ”Hasilnya, 80% produksi ASI meningkat,” jelasnya.
Ketua IBI Jatim Lestari mengungkapkan pihaknya memiliki anggota terbanyak. Hal ini menjadi sumber kekuatan Jatim dalam upaya penurunan stunting yang masih menjadi prioritas.
“Bidan adalah garda terdepan dalam kesehatan ibu dan anak. Karenanya kami siap mensosialisasikan dan menyukseskan program penurunan stunting,” tandasnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar Christine Indrawati memutuskan membeli bahan herbal untuk mendukung produksi ASI yakni melalui HerbaAsimor. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk berbelanja produk dalam negeri dengan TKDN tinggi minimal 25%.
Tahun lalu mereka belanja HerbaAsimor yang dibagikan kepada ibu-ibu menyusui. Sasaran pemberian HerbaAsimor kepada 1.462 orang dan diberikan selama 6 bulan. ”Hasilnya, 80% produksi ASI meningkat,” jelasnya.
Ketua IBI Jatim Lestari mengungkapkan pihaknya memiliki anggota terbanyak. Hal ini menjadi sumber kekuatan Jatim dalam upaya penurunan stunting yang masih menjadi prioritas.
“Bidan adalah garda terdepan dalam kesehatan ibu dan anak. Karenanya kami siap mensosialisasikan dan menyukseskan program penurunan stunting,” tandasnya.
Lihat Juga :