Kiki Syahnakri Sebut Politik Identitas Bersemayam pada Setiap Pemilu

Sabtu, 19 Agustus 2023 - 17:44 WIB
loading...
Kiki Syahnakri Sebut...
Mantan Wakasad, Letjen (Purn) Kiki Syahnakri dalam diskusi bertajuk Mewaspadai Kembalinya Politik Identitas dan Polarisasi Menjelang Pilpres 2024 di Kota Bandung, Sabtu (19/8/2023). Foto/MPI/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Politik identitas harus dijadikan atensi oleh seluruh masyarakat jelang Pemilu 2024. Sebab, bila politik identitas hadir dan digelorakan, bukan tidak mungkin persatuan akan terancam.

Tokoh militer yang juga Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen (Purn) Kiki Syahnakri mengatakan, ada 3 ciri keindonesiaan yang sangat khas.

Baca juga: Bagikan Video Jenderal Kiki Syahnakri, Mahfud MD Tegaskan Tak Ada Permintaan Maaf ke PKI

Secara demografi, kata Kiki, Indonesia merupakan negara kepulauan. Menurutnya, mengelola negara kepulauan jauh lebih sulit daripada mengelola negara kontinental.

"Misalnya, ingin menyamakan harga minyak, di Jakarta dengan Papua. Kalau di negara kontinental mungkin ongkosnya lebih murah, lebih gampang, tapi di negara kepulauan pasti memerlukan subsidi yang lebih besar lagi," kata Kiki dalam diskusi bertajuk "Mewaspadai Kembalinya Politik Identitas dan Polarisasi Menjelang Pilpres 2024" di Hotel Hemangini, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/8/2023).



Kemudian, ciri kedua adalah secara demografis letak Indonesia sangat strategis. Salah satunya terletak di dua benua dan dua samudera, sehingga ini yang membuatnya sangat strategis.

"Kestrategisan itu bisa kita lihat dari 72 persen perdagangan di dunia ini dikapalkan lewat perairan Indonesia. Selat Malaka," bebernya.

Baca juga: Semua Tokoh Politik Harus Haramkan Politik Identitas

Selanjutnya, secara demografi juga kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia luar biasa. Ini terbukti dari adanya nikel, batu bara, mineral dan sebagainya.

Oleh karenanya, dalam ciri-ciri geografis itu pasti beredar kepentingan-kepentingan asing, terutama negara adikuasa. Bahkan, Kiki menyebut, suatu saat pasti bertabrakan dengan kepentingan nasional.

"Kepentingan-kepentingan itu biasanya kalau negara adikuasa karena dia menguasai teritorial, kekuatan bersenjata, sehingga karena kepentingan mereka di nusantara ini yang paling pokok adalah ingin ikut menikmati, menghisap, mengeksploitasi kekayaan sumber daya alam kita. Itu pasti," tuturnya.

Dalam diskusi yang digelar dalam rangka Dies Natalis Satu Indonesia itu, Kiki mengemukakan bahwa berdasarkan ciri-ciri tersebut, akhirnya para pendiri bangsa bersepakat membentuk Indonesia sebagai negara bangsa. Sebab, bangsanya lebih dahulu lahir ketimbang negara.

"Politik identitas entah itu membawa agama, membawa warna etnik, pasti mengganggu persatuan ini, padahal persatuan sangat dibutuhkan bangsa Indonesia," ungkapnya.

Maka dari itu, lanjut Kiki, politik identitas harus benar-benar diwaspadai lantaran akan mengganggu persatuan. Jika tidak kuat menjaganya, maka akan sangat bahaya bagi keberlangsungan bangsa.

"Kalau kita tidak kuat, maka barangkali kita bukan sampai kepada cita-cita nasional sebagai negara bangsa, bersatu, berdaulat, adil makmur, akan tetapi bisa belok, kemudian kepada perpecahan. Itu bahayanya politik identitas ini," ujarnya.

Dalam diskusi yang juga dihadiri Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah itu, Kiki berpesan agar masyarakat harus menyadari bahaya politik identitas jelang Pemilu 2024 mendatang. Jika berpegang teguh pada Pancasila, maka persatuan Indonesia tidak akan tergoyahkan.

"Itu aja, kalau masyarakat sadar betul, 'oh ini berbahaya', jadi tidak melakukan itu, tidak mendukung kelompok-kelompok politik identitas," tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan 5.000 Anggota...
Siapkan 5.000 Anggota Baru, DPD Partai Perindo Madiun Optimistis Raih 5 Kursi DPRD
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Pembubaran Diskusi di...
Pembubaran Diskusi di UGM, Pengamat : Kampus Harusnya Jadi Ruang Dialog yang Demokratis
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
Berita Terkini
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Siapkan 5.000 Anggota...
Siapkan 5.000 Anggota Baru, DPD Partai Perindo Madiun Optimistis Raih 5 Kursi DPRD
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
Infografis
10 Paspor Terkuat di...
10 Paspor Terkuat di Dunia pada 2026, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved