Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Jateng Gelontorkan Bantuan Rp2,23 Triliun
Kamis, 30 Juli 2020 - 11:49 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/dok
A
A
A
SEMARANG - Pemprov Jateng menggelontorkan bantuan keuangan sebesar Rp2,23 triliun untuk kabupaten/kota dan desa se-Jateng. Bantuan itu diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi saat pandemi COVID-19.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mewanti-wanti agar bantuan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk itu, dirinya secara khusus mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pengelolaan bantuan keuangan dengan cara padat karya.
"Sebenarnya bantuan keuangan ini yang kita cadangkan dalam rangka penanganan COVID-19. Karena anggaran dari refocusing untuk COVDI-19 masih cukup, maka bantuan keuangan ini segera kami serahkan pada kabupaten/kota dan desa," kata Ganjar, Kamis (30/7/2020).
Harapannya, bantuan keuangan ini dapat membangkitkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi. Apalagi, dirinya sudah memerintahkan agar bantuan digunakan untuk pelaksanaan proyek yang dikerjakan padat karya.
"Teknisnya saya harap dikerjakan dengan cara padat karya sehingga akan lebih banyak orang yang bekerja dengan adanya proyek ini," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPKAD Jawa Tengah Sumarno mengatakan, bantuan Rp2,23 triliun itu dibagi menjadi dua, yakni untuk kabupaten/kota sebesar Rp1,04 triliun dan untuk desa Rp1,189 triliun.
"Untuk penyalurannya, yang sudah berjalan baru untuk pemerintah desa. Prosentasenya sekitar 40,89 persen. Ini akan kami kebut agar bisa segera terealisasi semuanya," kata Sumarno.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mewanti-wanti agar bantuan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk itu, dirinya secara khusus mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pengelolaan bantuan keuangan dengan cara padat karya.
"Sebenarnya bantuan keuangan ini yang kita cadangkan dalam rangka penanganan COVID-19. Karena anggaran dari refocusing untuk COVDI-19 masih cukup, maka bantuan keuangan ini segera kami serahkan pada kabupaten/kota dan desa," kata Ganjar, Kamis (30/7/2020).
Harapannya, bantuan keuangan ini dapat membangkitkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi. Apalagi, dirinya sudah memerintahkan agar bantuan digunakan untuk pelaksanaan proyek yang dikerjakan padat karya.
"Teknisnya saya harap dikerjakan dengan cara padat karya sehingga akan lebih banyak orang yang bekerja dengan adanya proyek ini," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPKAD Jawa Tengah Sumarno mengatakan, bantuan Rp2,23 triliun itu dibagi menjadi dua, yakni untuk kabupaten/kota sebesar Rp1,04 triliun dan untuk desa Rp1,189 triliun.
"Untuk penyalurannya, yang sudah berjalan baru untuk pemerintah desa. Prosentasenya sekitar 40,89 persen. Ini akan kami kebut agar bisa segera terealisasi semuanya," kata Sumarno.
Lihat Juga :