Udara di Jakarta Buruk, Anggota DPRD DKI Kenneth: Pemprov Harus Ambil Langkah Konkret
Kamis, 17 Agustus 2023 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Dalam menindak lanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait permasalahan polusi udara, Kent sudah meminta instansi terkait melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk wilayah Jabodetabek. Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL) PPRA Angkatan LXII itu menuturkan, berdasarkan penjelasan BMKG, potensi awan yang bisa semai di atas DKI Jakarta memang sudah minim, dan solusinya harus mencari bibit awan di daerah selatan di dataran tinggi sekitar wilayah Bogor dan Cianjur.
Menurut BMKG, awan itu bisa terbentuk karena dua hal. Pertama bisa karena konveksi (penjalaran panas) matahari bersinar menyinari bumi lalu terjadi penguapan. Penguapan ini yang membentuk awan. Saat sekarang mekanisme seperti ini sangat kecil kemungkinannya, karena kondisi kemarau.
Kedua, mekanisme orografis. Jadi pembentukan awan orografis ini bisa dibentuk di sebelah Selatan Jakarta, karena ada Gunung Gede, Pangrango dan Salak. Mekanismenya, ketika angin menabrak gunung, angin terangkat dan terbentuklah awan di sekitar pegunungan tersebut.
"Awan-awan ini lah yang masih bisa di semai. Mulailah dari hulu dahulu dengan harapan kalau wilayah selatan hujan, dan jika memang ada polutan berasal dari selatan bisa di kurangi, polutan ini sumbernya ada dua kemungkinan, bisa dari sumber polutan lokal atau dari sumber polutan di luar DKI," beber Kent.
Dalam kondisi polusi udara yang sudah parah ini, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan itu meminta Pemprov DKI Jakarta segera menetapkan kondisi tanggap darurat bencana, agar bisa mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memakai dana siap pakai seperti yang tertuang dalam Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Penggunaan Dana Siap Pakai.
Menurut BMKG, awan itu bisa terbentuk karena dua hal. Pertama bisa karena konveksi (penjalaran panas) matahari bersinar menyinari bumi lalu terjadi penguapan. Penguapan ini yang membentuk awan. Saat sekarang mekanisme seperti ini sangat kecil kemungkinannya, karena kondisi kemarau.
Kedua, mekanisme orografis. Jadi pembentukan awan orografis ini bisa dibentuk di sebelah Selatan Jakarta, karena ada Gunung Gede, Pangrango dan Salak. Mekanismenya, ketika angin menabrak gunung, angin terangkat dan terbentuklah awan di sekitar pegunungan tersebut.
"Awan-awan ini lah yang masih bisa di semai. Mulailah dari hulu dahulu dengan harapan kalau wilayah selatan hujan, dan jika memang ada polutan berasal dari selatan bisa di kurangi, polutan ini sumbernya ada dua kemungkinan, bisa dari sumber polutan lokal atau dari sumber polutan di luar DKI," beber Kent.
Dalam kondisi polusi udara yang sudah parah ini, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan itu meminta Pemprov DKI Jakarta segera menetapkan kondisi tanggap darurat bencana, agar bisa mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memakai dana siap pakai seperti yang tertuang dalam Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Penggunaan Dana Siap Pakai.
Lihat Juga :