Lompat Batu di Nias Cermin Anak Muda yang Penuh Energik Hadapi Tantangan
Jum'at, 31 Juli 2020 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Aktraksi lompat batu di Desa Bawomataluo sendiri merupakan destinasi populer di Nias Selatan yang ramai dikunjungi wisatawan, baik pada saat hari biasa maupun hari libur sebelum Pandemi COVID-19.
Di desa ini tercatat ada sekitar 137 Rumah Raja atau rumah adat adat omo sebua. Di desa ini ada pola perkampungan dengan berbentuk T. (BACA JUGA: Berbahaya! Berikut Daftar Aplikasi Android yang Sebaiknya Dihapus)
Imam Lase melanjutkan bahwa tradisi lompat batu ini bukan hanya sekedar permainan atau ciri khas biasa saja. Namun mempunyai nilai-nilai filosofi yang tinggi. Dalam atraksi lompat batu juga terdapat nilai-nilai penting kearifan lokal.
"Lompat batu mengandung nilai -nilai tinggi tentang kehidupan, kebersamaan, dan kebudayaan masyarakat kami di sini," bebernya.
Namun apa sebenarnya bagaimana sebenarnya awal munculnya dari lompat batu itu. Imam mengatakan, di Nias dulu banyak raja-raja yang memerlukan prajurit-prajurit muda. Nah, untuk bisa menjadi bagian dari prajurit ada tes yang harus dilalui. Salah satunya adalah lompat batu. "Dulu antar desa memang saling rebut kekuasaan, sehingga raja membutuhkan anak-anak muda," sebutnya.
Di desa ini tercatat ada sekitar 137 Rumah Raja atau rumah adat adat omo sebua. Di desa ini ada pola perkampungan dengan berbentuk T. (BACA JUGA: Berbahaya! Berikut Daftar Aplikasi Android yang Sebaiknya Dihapus)
Imam Lase melanjutkan bahwa tradisi lompat batu ini bukan hanya sekedar permainan atau ciri khas biasa saja. Namun mempunyai nilai-nilai filosofi yang tinggi. Dalam atraksi lompat batu juga terdapat nilai-nilai penting kearifan lokal.
"Lompat batu mengandung nilai -nilai tinggi tentang kehidupan, kebersamaan, dan kebudayaan masyarakat kami di sini," bebernya.
Namun apa sebenarnya bagaimana sebenarnya awal munculnya dari lompat batu itu. Imam mengatakan, di Nias dulu banyak raja-raja yang memerlukan prajurit-prajurit muda. Nah, untuk bisa menjadi bagian dari prajurit ada tes yang harus dilalui. Salah satunya adalah lompat batu. "Dulu antar desa memang saling rebut kekuasaan, sehingga raja membutuhkan anak-anak muda," sebutnya.
Lihat Juga :