Santri Ganjar Gelar Pelatihan Fardu Kifayah di Ponpes Nurul Iman
Jum'at, 11 Agustus 2023 - 13:20 WIB
loading...
Relawan SDG Sumut menghelat pelatihan fardu kifayah di Ponpes Nurul Iman, Desa Silau Dunia, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Kamis (10/8/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
SIMALUNGUN - Relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Sumut menghelat pelatihan fardu kifayah di Ponpes Nurul Iman, Kabupaten Simalungun. Sebelum pelatihan dimulai, relawan terlebih dahulu menggelar sosialisasi sosok Ganjar Pranowo. Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk kemashlahatan negeri juga agar Ganjar Pranowo terpilih jadi Presiden 2024-2029.
"Pelatihan itu sendiri cukup penting di tengah-tengah masyarakat karena menjadi salah satu ilmu yang harus benar-benar dipahami dan dapat diaplikasikan kami sebagai santri ataupun alumni pesantren," kata Korwil SDG Sumut Randi Hermawan di Ponpes Nurul Iman, Desa Silau Dunia, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Kamis (10/8/2023).
Nantinya, kata Randi, para santri secara tidak langsung akan mengemban tanggung jawab terkait fardu kifayah, seperti tata cara mengkafani jenazah. Karena itu diharapkan santri dan santriwati dapat mengaplikasikan ilmu tersebut saat mereka terjun ke tengah masyarakat.
"Melalui pelatihan ini harapan saya kepada pondok pesantren dan santri/santriwati mereka mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan pemateri tadi dan dapat diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat," jelasnya.
Para peserta yang ikut pelatihan tampak antusias menyimak penyampaian materi dan praktik fardu kifayah mengkafani jenazah. Salah satu santri, Lukman mengatakan pelatihan itu sangat bermanfaat untuk lebih memperdalam pengetahuan mereka.
"Pelatihan itu sendiri cukup penting di tengah-tengah masyarakat karena menjadi salah satu ilmu yang harus benar-benar dipahami dan dapat diaplikasikan kami sebagai santri ataupun alumni pesantren," kata Korwil SDG Sumut Randi Hermawan di Ponpes Nurul Iman, Desa Silau Dunia, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Kamis (10/8/2023).
Nantinya, kata Randi, para santri secara tidak langsung akan mengemban tanggung jawab terkait fardu kifayah, seperti tata cara mengkafani jenazah. Karena itu diharapkan santri dan santriwati dapat mengaplikasikan ilmu tersebut saat mereka terjun ke tengah masyarakat.
"Melalui pelatihan ini harapan saya kepada pondok pesantren dan santri/santriwati mereka mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan pemateri tadi dan dapat diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat," jelasnya.
Para peserta yang ikut pelatihan tampak antusias menyimak penyampaian materi dan praktik fardu kifayah mengkafani jenazah. Salah satu santri, Lukman mengatakan pelatihan itu sangat bermanfaat untuk lebih memperdalam pengetahuan mereka.
Lihat Juga :