Mensesneg: Teknologi AR Dorong Kemudahan Analisis Manuskrip dan Naskah Kuno
Selasa, 08 Agustus 2023 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
“Teknologi digital hari ini berkembang dengan begitu pesatnya. Jika sebelumnya, kita hanya terbatas pada mendigitalkan atau mengotomasi suatu dokumen, hari ini, teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), augmented reality (AR), dan sebagainya, dapat membantu pekerjaan analisis dan kreatif. Sebagai contoh, Augmented Reality (AR) memungkinkan manuskrip dan naskah-naskah kuno menjadi lebih mudah diakses dan dapat dipelajari dengan cara yang fun atau menyenangkan bagi siapa saja,” ungkapnya.
Baca juga: Arkeolog Temukan Manuskrip 'Kitab Orang Mati' di Pemakaman Mesir Kuno
Dia menyebut, masyarakat Indonesia dengan masing-masing lokalitas memiliki tantangan yang berbeda. Tantangan-tantangan inilah yang melahirkan pengetahuan, kearifan, strategi, dan juga lompatan kemajuan.
"Atas nama pribadi dan pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan MANASSA bersama FIB UGM untuk upaya menyelamatkan naskah-naskah kuno dan melestarikan budaya kita yang begitu kaya, peninggalan nenek moyang kita,” ucap Pratikno yang menjabat sebagai Rektor UGM 2012-2017 ini.
Dekan FIB UGM Prof Setiadi mengatakan, bahwa pihaknya menjadi pusat pembelajaran dalam bidang humaniora dan kegiatan seperti ini perlu diadakan guna menempatkan isu-isu humaniora dalam proses pembelajaran, pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat.
"Hal ini kemudian kita sinergikan untuk menjawab kebutuhan hari ini dan hari depan. Kami menggunakan pendekatan budaya sebagai acuan dan memastikan diri terbuka terhadap pembaharuan dari masa ke masa. Perkembangan revolusi industri 4.0 dan teknologi digital yang dibawanya harus kita optimalkan dalam kajian-kaian ilmiah kita,” ujarnya.
Baca juga: Arkeolog Temukan Manuskrip 'Kitab Orang Mati' di Pemakaman Mesir Kuno
Dia menyebut, masyarakat Indonesia dengan masing-masing lokalitas memiliki tantangan yang berbeda. Tantangan-tantangan inilah yang melahirkan pengetahuan, kearifan, strategi, dan juga lompatan kemajuan.
"Atas nama pribadi dan pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan MANASSA bersama FIB UGM untuk upaya menyelamatkan naskah-naskah kuno dan melestarikan budaya kita yang begitu kaya, peninggalan nenek moyang kita,” ucap Pratikno yang menjabat sebagai Rektor UGM 2012-2017 ini.
Dekan FIB UGM Prof Setiadi mengatakan, bahwa pihaknya menjadi pusat pembelajaran dalam bidang humaniora dan kegiatan seperti ini perlu diadakan guna menempatkan isu-isu humaniora dalam proses pembelajaran, pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat.
"Hal ini kemudian kita sinergikan untuk menjawab kebutuhan hari ini dan hari depan. Kami menggunakan pendekatan budaya sebagai acuan dan memastikan diri terbuka terhadap pembaharuan dari masa ke masa. Perkembangan revolusi industri 4.0 dan teknologi digital yang dibawanya harus kita optimalkan dalam kajian-kaian ilmiah kita,” ujarnya.
Lihat Juga :