Diketapel Wali Murid hingga Buta, Kesehatan Guru SMA Negeri di Rejang Lebong Berangsur Membaik
Senin, 07 Agustus 2023 - 23:18 WIB
loading...
Zuharman (58) guru SMA Negeri di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang mengalami kebutaan akibat diketapel wali murid, kondisinya berangsur membaik. Foto/iNews TV/Faizal Agustiawan
A
A
A
LUBUKLINGGAU - Kondisi kesehatan Zurahman (58) berangsur membaik, setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit AR Bunda Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Guru SMA Negeri di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu tersebut, mata kanannya mengalami kebutaan akibat dianiaya wali murid dengan cara diketapel.
Baca juga: Garang saat Culik dan Aniaya Mahasiswa di Manado, 2 Pria Bertekuk Lutut di Hadapan Polisi
Zurahman terlihat sudah sehat saat dijengut Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemdikbud Ristek Dikti, Putra Asga Elevri, Senin (7/8/2023). Meski demikian, korban penganiayaan tersebut masih tetap menjalani rawat inap di Rumah Sakit AR Bunda Kota Lubuklinggau.
Selama menjalani perawatan medis di Rumah Sakit AR Bunda Kota Lubuklinggau, Zuharman terus didampingi anak dan istrinya. Zuharman dianiaya oleh pelaku berinisial AJ, hanya karena mengingatkan anak AJ agar tidak merokok di sekolah.
Baca juga: Gerebek Rumah Mewah di Batam, Polisi Temukan 11 Wanita Pekerja Migran Ilegal
Putra Asga Elevri mengaku, kasus penganiayaan yang menimpa Zuharman ini, mendapatkan perhatian serius dari Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemdikbud Ristek Dikti.
Baca juga: Garang saat Culik dan Aniaya Mahasiswa di Manado, 2 Pria Bertekuk Lutut di Hadapan Polisi
Zurahman terlihat sudah sehat saat dijengut Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemdikbud Ristek Dikti, Putra Asga Elevri, Senin (7/8/2023). Meski demikian, korban penganiayaan tersebut masih tetap menjalani rawat inap di Rumah Sakit AR Bunda Kota Lubuklinggau.
Selama menjalani perawatan medis di Rumah Sakit AR Bunda Kota Lubuklinggau, Zuharman terus didampingi anak dan istrinya. Zuharman dianiaya oleh pelaku berinisial AJ, hanya karena mengingatkan anak AJ agar tidak merokok di sekolah.
Baca juga: Gerebek Rumah Mewah di Batam, Polisi Temukan 11 Wanita Pekerja Migran Ilegal
Putra Asga Elevri mengaku, kasus penganiayaan yang menimpa Zuharman ini, mendapatkan perhatian serius dari Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemdikbud Ristek Dikti.
Lihat Juga :