Dalam 24 Jam, Gunung Karangetang Alami 247 Kali Gempa Guguran
Rabu, 02 Agustus 2023 - 01:40 WIB
loading...
Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, mengalami 247 kali gempa guguran sepanjang Senin (1/8/2023). Foto/Dok. magma.vsi.esdm.go.id
A
A
A
SITARO - Aktivitas vulkanik Gunung Karangetan di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih sangat tinggi. dilansir dari magma.vsi.esdm.go.id, sepanjang Senin (1/8/2023) terjadi sebanyak 247 kali gempa guguran.
Baca juga: 2 Gunung di Sulawesi Utara Berstatus Siaga, Begini Kondisinya Terkini
Gunung Karangetang yang memiliki ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut, hingga kini masih berstatus siaga atau level III. Selain tingginya gempa guguran, juga teramati ada asap tipis putih dari kawah dengan ketinggian 50-150 meter dari puncak.
Dalam laporan tertulis petugas pengamatan Gunung Karangetang, Vieko Kristianse Rompas yang diunggah di magma.vsi.esdm.go.id, disebutkan 247 kali gempa guguran yang terjadi, terekam dengan amplitudo 3-30 mm dan lama gempa 22-98 detik.
Baca juga: Tangis Pecah di Banyumas, Operasi SAR Ditutup 8 Penambang Emas Belum Ditemukan
Selain itu, Vieko juga menyebut, ada empat kali gempa hembusan dengan amplitudo 10-15 mm, dan lama gempa 10-22 detik. Satu kali gempa hybrid atau fase banyak, dengan amplitudo 20 mm, dengan lama gempa 10 detik.
Terekam juga satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 35 mm, S-P 0,5 detik dan lama gempa sembilan detik. Satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 20 mm, S-P 25 detik dan lama gempa 64 detik. Serta, empat kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,5-5 mm, dominan 2 mm.
Gempa guguran yang terjadi di Gunung Karangetang, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan hasil pengamatan pada Senin (31/7/2023). Yakni, terjadi 151 gempa guguran dengan amplitudo 3-35 mm dan lama gempa 29-125 detik, serta 29 kali gempa hembusan dengan amplitudo 10-30 mm, dan lama gempa 7-20 detik.
Baca juga: Tombak Majapahit Ditemukan di Situs Tribhuana Tunggadewi, Begini Penampakannya
Dua kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 35 mm, S-P 05, detik dan lama gempa 9-17 detik. Dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 35 mm, S-P 10-20 detik dan lama gempa 49-73 detik. Dan tiga kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0.5-5 mm, dominan 2 mm.
Masyarakat diimbau tidak mendekati kawah dalam radius 2,5 km dari puncak kawah dua atau kawah utara, dan kawah utama di sisi selatan, serta area perluasan sektoral ke arah barat daya dan tenggara sejauh 3,5 km.
Baca juga: 2 Gunung di Sulawesi Utara Berstatus Siaga, Begini Kondisinya Terkini
Gunung Karangetang yang memiliki ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut, hingga kini masih berstatus siaga atau level III. Selain tingginya gempa guguran, juga teramati ada asap tipis putih dari kawah dengan ketinggian 50-150 meter dari puncak.
Dalam laporan tertulis petugas pengamatan Gunung Karangetang, Vieko Kristianse Rompas yang diunggah di magma.vsi.esdm.go.id, disebutkan 247 kali gempa guguran yang terjadi, terekam dengan amplitudo 3-30 mm dan lama gempa 22-98 detik.
Baca juga: Tangis Pecah di Banyumas, Operasi SAR Ditutup 8 Penambang Emas Belum Ditemukan
Selain itu, Vieko juga menyebut, ada empat kali gempa hembusan dengan amplitudo 10-15 mm, dan lama gempa 10-22 detik. Satu kali gempa hybrid atau fase banyak, dengan amplitudo 20 mm, dengan lama gempa 10 detik.
Terekam juga satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 35 mm, S-P 0,5 detik dan lama gempa sembilan detik. Satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 20 mm, S-P 25 detik dan lama gempa 64 detik. Serta, empat kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,5-5 mm, dominan 2 mm.
Gempa guguran yang terjadi di Gunung Karangetang, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan hasil pengamatan pada Senin (31/7/2023). Yakni, terjadi 151 gempa guguran dengan amplitudo 3-35 mm dan lama gempa 29-125 detik, serta 29 kali gempa hembusan dengan amplitudo 10-30 mm, dan lama gempa 7-20 detik.
Baca juga: Tombak Majapahit Ditemukan di Situs Tribhuana Tunggadewi, Begini Penampakannya
Dua kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 35 mm, S-P 05, detik dan lama gempa 9-17 detik. Dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 35 mm, S-P 10-20 detik dan lama gempa 49-73 detik. Dan tiga kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0.5-5 mm, dominan 2 mm.
Masyarakat diimbau tidak mendekati kawah dalam radius 2,5 km dari puncak kawah dua atau kawah utara, dan kawah utama di sisi selatan, serta area perluasan sektoral ke arah barat daya dan tenggara sejauh 3,5 km.
(eyt)
Lihat Juga :