Boyong UMKM ke Kalsel, Atikoh Ganjar: Cara Jateng Lebarkan Sayap Pemasaran
Jum'at, 28 Juli 2023 - 18:29 WIB
loading...
A
A
A
Ada beragam produk unggulan UMKM Jateng yang diboyong ke Banjarmasin. Misalnya, kerajinan tembaga dari Boyolali, produk keramik dari Salatiga, hingga produk batik yang menjadi ikon Kota Pekalongan.
Baca juga: 5 Foto Cantik Siti Atikoh, Istri Ganjar Pranowo yang Awet Muda di Usia 51 Tahun
“Ini adalah bagian dari evaluasi strategi pemasaran. Semacam survei bagaimana konsumen masyarakat bisa menerima produk yang ada di Jawa Tengah, karena pasti masing-masing provinsi berbeda,” ungkapnya.
Atikoh mengatakan, setiap tahunnya pemasaran produk melalui kegiatan ini mengalami peningkatan. Misalnya saat kali pertama digelar pada 2018 di Samarinda total transaksinya sebesar Rp638,22 juta dan ada kerjasama pelatihan UKM bidang tenun.
Kemudian pada 2019 di Palembang, Sumatera Selatan, total transaksinya naik menjadi Rp800,54 juta dengan kerjasama sebanyak empat UKM serta kerjasama paket wisata edukasi.
“Tahun 2020-2021 tidak ada karena pandemi. Kemudian tahun lalu di Makassar, Alhamdulillah transaksinya sampai Rp1,252 miliar,” papar Atikoh.
Expo di Makassar itu juga menghasilkan kerjasama antarpeserta expo sebanyak 8 UKM, kemitraan 6 UKM dan pasokan bahan baku kopi 12 UKM sebanyak 290 ton. Termasuk kesepakatan kontrak Business to Business dengan total potensi kerjasama sebesar Rp23.835 miliar.
Baca juga: 5 Foto Cantik Siti Atikoh, Istri Ganjar Pranowo yang Awet Muda di Usia 51 Tahun
“Ini adalah bagian dari evaluasi strategi pemasaran. Semacam survei bagaimana konsumen masyarakat bisa menerima produk yang ada di Jawa Tengah, karena pasti masing-masing provinsi berbeda,” ungkapnya.
Atikoh mengatakan, setiap tahunnya pemasaran produk melalui kegiatan ini mengalami peningkatan. Misalnya saat kali pertama digelar pada 2018 di Samarinda total transaksinya sebesar Rp638,22 juta dan ada kerjasama pelatihan UKM bidang tenun.
Kemudian pada 2019 di Palembang, Sumatera Selatan, total transaksinya naik menjadi Rp800,54 juta dengan kerjasama sebanyak empat UKM serta kerjasama paket wisata edukasi.
“Tahun 2020-2021 tidak ada karena pandemi. Kemudian tahun lalu di Makassar, Alhamdulillah transaksinya sampai Rp1,252 miliar,” papar Atikoh.
Expo di Makassar itu juga menghasilkan kerjasama antarpeserta expo sebanyak 8 UKM, kemitraan 6 UKM dan pasokan bahan baku kopi 12 UKM sebanyak 290 ton. Termasuk kesepakatan kontrak Business to Business dengan total potensi kerjasama sebesar Rp23.835 miliar.
Lihat Juga :