Dicecar 13 Pertanyaan, Lurah Saidun Klaim Bawa Aspirasi Warga ke SMAN 3
Selasa, 28 Juli 2020 - 20:54 WIB
loading...
Lurah Benda Baru Saidun di Mapolsek Pamulang, Tangsel, Selasa (28/7/2020). Foto: Hasan Kurniawan/SINDOnews
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Setelah lebih dari 5 jam diperiksa, Lurah Benda Baru Saidun akhirnya keluar dari Polsek Pamulang. Dalam pemeriksaan itu, Saidun dicecar sekira 13 pertanyaan terkait perbuatan tidak menyenangkan dan perusakan barang, di SMAN 3 Kota Tangsel. Terkait hasil pemeriksaan itu, Saidun mengaku pasrah.
"Saya ditanyakan 13 pertanyaan. Semua saya serahkan ke pihak penyidik, yang penting hari ini pemanggilan saya sebagai saksi saya laksanakan," kata Saidun kepada SINDOnews usai pemeriksaan di Mapolsek Pamulang, Selasa (28/7/2020).
Saidun pun mengakui semua perbuatannya di SMAN 3 Kota Tangsel yang mengamuk, lantaran siswa titipannya tidak diterima. Dia mengaku khilaf atas perbuatannya tersebut. (Baca juga: Lima Kota di Jakarta Kembali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19 )
"Kita manusia tidak luput dari salah, apalagi yang kita bawa aspirasinya masyarakat kita, inspektorat belum manggil. Kan prosesnya satu-satu. Sekarang ini saya menjalankan sesuai dengan prosedur saja," sambungnya.
Lebih jauh, dirinya membantah siswa titipan ke SMAN 3 Tangsel. Menurutnya, bahasa siswa titipan tidak tepat. Sebab, dirinya hanya membantu. Menurutnya, itu aspirasi warga.
"Saya ditanyakan 13 pertanyaan. Semua saya serahkan ke pihak penyidik, yang penting hari ini pemanggilan saya sebagai saksi saya laksanakan," kata Saidun kepada SINDOnews usai pemeriksaan di Mapolsek Pamulang, Selasa (28/7/2020).
Saidun pun mengakui semua perbuatannya di SMAN 3 Kota Tangsel yang mengamuk, lantaran siswa titipannya tidak diterima. Dia mengaku khilaf atas perbuatannya tersebut. (Baca juga: Lima Kota di Jakarta Kembali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19 )
"Kita manusia tidak luput dari salah, apalagi yang kita bawa aspirasinya masyarakat kita, inspektorat belum manggil. Kan prosesnya satu-satu. Sekarang ini saya menjalankan sesuai dengan prosedur saja," sambungnya.
Lebih jauh, dirinya membantah siswa titipan ke SMAN 3 Tangsel. Menurutnya, bahasa siswa titipan tidak tepat. Sebab, dirinya hanya membantu. Menurutnya, itu aspirasi warga.
Lihat Juga :