Pupuk Mahal, Ini Solusi dari Bacaleg Perindo Febri Wibawa Parsa Sihombing
Rabu, 26 Juli 2023 - 06:05 WIB
loading...
Bacaleg Partai Perindo untuk DPR Dapil II Sumatera Utara, Febri Wibawa Parsa Sihombing. Foto/MPI/Aries Fernando Manalu
A
A
A
HUMBANG HASUNDUTAN - Petani di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatare Utara, mengeluhkan mahalnya harga pupuk. Kondisi ini, menjadi perhatian serius Bacaleg Partai Perindo untuk DPR Dapil II Sumatera Utara, Febri Wibawa Parsa Sihombing.
Baca juga: Gelar Rakor DPD dan DPC se-Jaktim, Partai Perindo DKI Jakarta Optimistis Bacaleg Lebih Cair dan Kompak
Salah satu petani yang mengeluhkan mahalnya harga pupuk tersebut, adalah Jelita Boru Sinaga. Petani asal Desa Tonga Tonga, Kecamatan Pakkat itu berharap kepada bacaleg Partai Perindo agar harga pupuk bersubsidi jangan dinaikkan, supaya dapat dijangkau para petani.
"Sekarang para petani kesulitan untuk membeli pupuk untuk tanamannya, karena harganya sangat mahal. Seharusnya, pupuk bersubsidi harganya tidak naik sehingga petani mampu membelinya," tegas Jelita.
Baca juga: Wow! Pengemis di Kalimantan Tengah Tertangkap Pakai Perhiasan Rp51 Juta
Mendengar keluhan masyarakat tentang mahalnya harga pupuk, Febri berjanji jika pemerintah memberikan subsidi kepada petani dengan harga jual produk hasil pertanian. Jadi petani panen harus ada penyangga, dalam hal ini peran dari BUMN pangan atau Bulog.
"Jangan ada lagi yang bersubsidi di bagian hulu, dan jangan lagi bersubsidi alat pertanian, karena yang diuntungkan adalah distributornya atau pengusaha bukan petani," katanya.
Baca juga: Tangis Pecah di Buton Tengah, 15 Korban Kapal Tenggelam Dimakamkan dalam 1 Liang
"Jangan disubsidi pupuk atau herbisida, karena yang diuntungkan adalah pabrik dan para pedagang yang akan terantai pengadaan pupuk kepada masyarakat membuat harga pupuk jadi mahal," imbuhnya.
Baca juga: Gelar Rakor DPD dan DPC se-Jaktim, Partai Perindo DKI Jakarta Optimistis Bacaleg Lebih Cair dan Kompak
Salah satu petani yang mengeluhkan mahalnya harga pupuk tersebut, adalah Jelita Boru Sinaga. Petani asal Desa Tonga Tonga, Kecamatan Pakkat itu berharap kepada bacaleg Partai Perindo agar harga pupuk bersubsidi jangan dinaikkan, supaya dapat dijangkau para petani.
"Sekarang para petani kesulitan untuk membeli pupuk untuk tanamannya, karena harganya sangat mahal. Seharusnya, pupuk bersubsidi harganya tidak naik sehingga petani mampu membelinya," tegas Jelita.
Baca juga: Wow! Pengemis di Kalimantan Tengah Tertangkap Pakai Perhiasan Rp51 Juta
Mendengar keluhan masyarakat tentang mahalnya harga pupuk, Febri berjanji jika pemerintah memberikan subsidi kepada petani dengan harga jual produk hasil pertanian. Jadi petani panen harus ada penyangga, dalam hal ini peran dari BUMN pangan atau Bulog.
"Jangan ada lagi yang bersubsidi di bagian hulu, dan jangan lagi bersubsidi alat pertanian, karena yang diuntungkan adalah distributornya atau pengusaha bukan petani," katanya.
Baca juga: Tangis Pecah di Buton Tengah, 15 Korban Kapal Tenggelam Dimakamkan dalam 1 Liang
"Jangan disubsidi pupuk atau herbisida, karena yang diuntungkan adalah pabrik dan para pedagang yang akan terantai pengadaan pupuk kepada masyarakat membuat harga pupuk jadi mahal," imbuhnya.
(eyt)
Lihat Juga :