Suhu Dingin Ekstrem Terjang Kawasan Malang Raya, Ini Penjelasan BMKG
Selasa, 25 Juli 2023 - 14:22 WIB
loading...
Suhu udara di Malang Raya sepanjang bulan Juli 2023 terasa lebih dingin dibanding sebelumnya. BMKG mencatat suhu dingin hingga mencapai 14 derajat Celcius. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
MALANG - Suhu udara di wilayah Malang Raya sepanjang bulan Juli 2023 terasa lebih dingin dibanding sebelumnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang mencatat suhu dingin hingga mencapai 14 derajat Celcius.
Suhu dingin itu diprediksi terasa lebih lagi pada bulan Agustus mendatang. Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada dan bersiap-siap menghadapi puncak suhu dingin.
Baca juga: Surya Pethak, Fenomena Matahari Memutih Sebabkan Suhu Dingin
“Suhu terdingin umumnya terjadi pada bulan Agustus seiring memasuki puncak musim kemarau,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Ahmad Lutfi, Selasa (25/7/2023).
Dia menjelaskan bahwa suhu dingin yang melanda Malang raya ini diakibatkan siklus musiman. Siklus ini ditandai dengan aktifnya angin monsun timur yang bersifat kering dan dingin.
“Suhu ini akan mempengaruhi indeks kenyamanan tubuh. Terutama waspada bagi yang masuk kategori lanjut usia (lansia),” katanya.
Selain itu kata Lutfi, puncak musim kemarau ini mendorong munculnya fenomena frost atau embun upas di daerah dataran tinggi yang bisa menyebabkan tanaman layu dan mati.
Suhu dingin itu diprediksi terasa lebih lagi pada bulan Agustus mendatang. Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada dan bersiap-siap menghadapi puncak suhu dingin.
Baca juga: Surya Pethak, Fenomena Matahari Memutih Sebabkan Suhu Dingin
“Suhu terdingin umumnya terjadi pada bulan Agustus seiring memasuki puncak musim kemarau,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Ahmad Lutfi, Selasa (25/7/2023).
Dia menjelaskan bahwa suhu dingin yang melanda Malang raya ini diakibatkan siklus musiman. Siklus ini ditandai dengan aktifnya angin monsun timur yang bersifat kering dan dingin.
“Suhu ini akan mempengaruhi indeks kenyamanan tubuh. Terutama waspada bagi yang masuk kategori lanjut usia (lansia),” katanya.
Selain itu kata Lutfi, puncak musim kemarau ini mendorong munculnya fenomena frost atau embun upas di daerah dataran tinggi yang bisa menyebabkan tanaman layu dan mati.
Lihat Juga :