Rawat Kerukunan, GGN Ganjar Gelar Tausiyah Moderasi Beragama
Jum'at, 21 Juli 2023 - 17:10 WIB
loading...
GGN menggelar tausyiah moderasi beragama bersama masyarakat di Jrebeng Lor, Probolinggo, Kamis (20/7/2023). Kegiatan ini untuk memperkuat pemahaman moderasi dalam konteks beragama. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
PROBOLINGGO - Relawan Gus Gus Nusantara (GGN) menggelar tausyiah moderasi beragama bersama masyarakat di Jrebeng Lor, Probolinggo. Kegiatan ini untuk memperkuat pemahaman moderasi dalam konteks beragama.
"Hari ini kami berdiskusi bersama masyarakat bagaimana mengedepankan rasa toleransi dan moderasi dalam beragama dilihat melalui kacamata keislaman," kata Sekretaris Wilayah GGN Naim Prasojo, Kamis (20/7/2023).
Bersikap moderat, kata Naim, sebenarnya sudah dicontohkan ulama Nusantara yang dengan bijak. Mereka mampu berdakwah dengan menggunakan infrastruktur budaya.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat khasanah dan keilmuan masyarakat akan moderasi beragama. "Bisa memberikan sebuah khasanah keilmuan untuk bisa memberikan rasa memiliki dalam beragama dengan mengedepankan rasa tolerasi beragama yang ada di dalam moderasi beragama tersebut," lanjutnya.
Beragama secara moderat menjadi kunci kemaslahatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi, menurut Naim, masyarakat saat ini dituntut bijak menghadapi Pemilu 2024 dalam menangkal isu-isu yang dapat menggangu stabilitas bernegara.
"Hari ini kami berdiskusi bersama masyarakat bagaimana mengedepankan rasa toleransi dan moderasi dalam beragama dilihat melalui kacamata keislaman," kata Sekretaris Wilayah GGN Naim Prasojo, Kamis (20/7/2023).
Bersikap moderat, kata Naim, sebenarnya sudah dicontohkan ulama Nusantara yang dengan bijak. Mereka mampu berdakwah dengan menggunakan infrastruktur budaya.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat khasanah dan keilmuan masyarakat akan moderasi beragama. "Bisa memberikan sebuah khasanah keilmuan untuk bisa memberikan rasa memiliki dalam beragama dengan mengedepankan rasa tolerasi beragama yang ada di dalam moderasi beragama tersebut," lanjutnya.
Beragama secara moderat menjadi kunci kemaslahatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi, menurut Naim, masyarakat saat ini dituntut bijak menghadapi Pemilu 2024 dalam menangkal isu-isu yang dapat menggangu stabilitas bernegara.
Lihat Juga :