Para Santri Dukung Ajang MQKN Digelar 2 Tahun Sekali
Sabtu, 15 Juli 2023 - 22:07 WIB
loading...
A
A
A
“Yang kemarin saya kurang mendalami mufrodat. Kemarin saya diberi pertanyaan apa bedanya lafaz ini dengan lafaz ini. Padahal sebenarnya, itu punya arti yang sama. Seperti kalau di Indonesia apa bedanya aku dan saya. Itu kan sama. Nah, kosakata bahasa Arab ini yang kurang. Harus saya pelajari sekarang,” kata mahasantri semester 8 itu.
Dia sangat bangga bisa mengikuti ajang MQKN 2023 ini. Dia pun bangga, karena bisa melihat langsung kualitas santri-santri di Indonesia yang diyakininya semakin meningkat. Dia berharap, rencana Kementerian Agama (Kemenag) sebagaimana disampaikan Dirjen Pendis Ali Ramdhani menggelar MQKN dia tahun sekali bisa terwujud. Selama ini MQKN digelar rutin tiga tahun sekali.
Baca juga: Masanya Pesantren Berbenah!
“Semoga MQKN yang rencananya akan diadakan dua tahun sekali, bisa terealisasi. Jadi bisa menjadi syiar ke Indonesia kalau santri itu sebenarnya luar biasa,” ujar mahasantri yang bercita-cita menjadi Duta Besarnya Indonesia.
Sama halnya dengan Laylatul, dua santriwati lain dari Kafilah DIY juga tengah berancang-ancang mempersiapkan diri untuk maju di babak final. Mereka bersama rekan-rekannya tampak duduk di samping masjid dengan memangku kitab dan memegang gadget.
Mereka adalah Ulfi Muyasarotul Husniyah (18), dan Sayyidatina Fatimah (16). Mereka mengaku senang bisa masuk babak final.
Dia sangat bangga bisa mengikuti ajang MQKN 2023 ini. Dia pun bangga, karena bisa melihat langsung kualitas santri-santri di Indonesia yang diyakininya semakin meningkat. Dia berharap, rencana Kementerian Agama (Kemenag) sebagaimana disampaikan Dirjen Pendis Ali Ramdhani menggelar MQKN dia tahun sekali bisa terwujud. Selama ini MQKN digelar rutin tiga tahun sekali.
Baca juga: Masanya Pesantren Berbenah!
“Semoga MQKN yang rencananya akan diadakan dua tahun sekali, bisa terealisasi. Jadi bisa menjadi syiar ke Indonesia kalau santri itu sebenarnya luar biasa,” ujar mahasantri yang bercita-cita menjadi Duta Besarnya Indonesia.
Sama halnya dengan Laylatul, dua santriwati lain dari Kafilah DIY juga tengah berancang-ancang mempersiapkan diri untuk maju di babak final. Mereka bersama rekan-rekannya tampak duduk di samping masjid dengan memangku kitab dan memegang gadget.
Mereka adalah Ulfi Muyasarotul Husniyah (18), dan Sayyidatina Fatimah (16). Mereka mengaku senang bisa masuk babak final.
Lihat Juga :