Raditya Putra Pratama Pastikan Pemerintah Dukung Penuh Ekraf
Jum'at, 14 Juli 2023 - 23:46 WIB
loading...
Tenaga Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Raditya Putra Pratama. Foto/MPI/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap perkembangn ekonomi kreatif (Ekraf). Adanya dukungan pemerintah untuk ekraf ini, ditegaskan Tenaga Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Raditya Putra Pratama.
Baca juga: Masyarakat Wonogiri Didorong Tingkatkan Ekraf Melalui Produk Lokal
Raditya mengungkapkan, salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap perkembangan ekraf, adalah dengan memberikan pendampingan usaha, pemasaran, hingga permodalan untuk para pelaku ekraf.
Menurutnya, ekraf merupakan salah satu sektor ekonomi yang mampu bertahan dan bahkan berkembang saat pandemi Covid-19. Misalnya, bermunculan para konten kreatior, sektor pertelevisian dan radio juga bertumbuh.
Baca juga: Duel Maut 2 Remaja di Banyumas, 1 Tewas Bersimbah Darah
"Sektor makanan dan minuman juga berkembang. Banyak yang memesan makanan dan minuman via aplikasi saat PPKM dan PSBB," katanya dalam acara talkshow Oligarki (Obrolan Idealis dan Gagasan Rasional Untuk Negeri) di Ambassador School, Rungkut Raya Megah, Jalan Raya Kalirungkut, Kota Surabaya, Jumat (14/7/2023) malam.
Ekraf menjadi salah satu sektor penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB). Ekraf diperkirakan menyumbang PDB sebesar 7,8%. Jumlah tersebut ditopang dengan tiga subsektor utama. Antara lain, kuliner, fesyen, dan kriya.
Baca juga: Sejarah Panjang Kota Manado yang Hari Ini Berusia 400 Tahun
Jumlah tersebut juga menempatkan Indonesia di peringkat tiga besar dunia dalam kontribusi terhadap PDB nasional di bawah Amerika Serikat, dengan Hollywood, dan Korea Selatan dengan K-Pop. "Kita harus memberi dukungan pada pelaku ekraf agar bisa terus berkembang," terangnya.
Baca juga: Masyarakat Wonogiri Didorong Tingkatkan Ekraf Melalui Produk Lokal
Raditya mengungkapkan, salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap perkembangan ekraf, adalah dengan memberikan pendampingan usaha, pemasaran, hingga permodalan untuk para pelaku ekraf.
Menurutnya, ekraf merupakan salah satu sektor ekonomi yang mampu bertahan dan bahkan berkembang saat pandemi Covid-19. Misalnya, bermunculan para konten kreatior, sektor pertelevisian dan radio juga bertumbuh.
Baca juga: Duel Maut 2 Remaja di Banyumas, 1 Tewas Bersimbah Darah
"Sektor makanan dan minuman juga berkembang. Banyak yang memesan makanan dan minuman via aplikasi saat PPKM dan PSBB," katanya dalam acara talkshow Oligarki (Obrolan Idealis dan Gagasan Rasional Untuk Negeri) di Ambassador School, Rungkut Raya Megah, Jalan Raya Kalirungkut, Kota Surabaya, Jumat (14/7/2023) malam.
Ekraf menjadi salah satu sektor penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB). Ekraf diperkirakan menyumbang PDB sebesar 7,8%. Jumlah tersebut ditopang dengan tiga subsektor utama. Antara lain, kuliner, fesyen, dan kriya.
Baca juga: Sejarah Panjang Kota Manado yang Hari Ini Berusia 400 Tahun
Jumlah tersebut juga menempatkan Indonesia di peringkat tiga besar dunia dalam kontribusi terhadap PDB nasional di bawah Amerika Serikat, dengan Hollywood, dan Korea Selatan dengan K-Pop. "Kita harus memberi dukungan pada pelaku ekraf agar bisa terus berkembang," terangnya.
(eyt)
Lihat Juga :