Warga Toraja Tuntut Pembangunan PLTA Malea Dihentikan
Senin, 27 Juli 2020 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya itu, lanjutnya pembangunan PLTA Malea juga merusak dan menghilangkan situs budaya SAPAN DEATA yang merupakan situs peradaban lahirnya Raja– raja di Toraja. Ironisnya, PT Malea tidak melakukan pemulihan atas kerusakan lingkungan yang timbulkan dari pembangunan PLTA Malea.
"Ada delapan point tuntutan kami. Salah satunya, PT Malea harus bertanggung jawab atas semua masalah yang ditimbulkan pemulihan lingkungan hidup, kembalikan situs budaya yang dirusak. Sebelum semua tuntutan kami dipenuhi, pembangunan PLTA Malea dihentikan sementara," jelas Bronson.
Aspirasi Aliansi Masyarakat Toraja Menggugat PT Malea diterima langsung Wakil Ketua DPRD Tana Toraja , Yohanis Lintin Paembongan didampingi tiga anggota DPRD Tana Toraja lainnya.
"DPRD tidak punya wewenang memutuskan menghentikan sementara pembangunan PLTA Malea. Itu wewenang pihak eksekutif atau pemerintah," jelas legislator PDI Perjuangan itu.
Baca Juga: Dua Nama Baru untuk Bandara Toraja Bakal Dibahas di Dewan
"Ada delapan point tuntutan kami. Salah satunya, PT Malea harus bertanggung jawab atas semua masalah yang ditimbulkan pemulihan lingkungan hidup, kembalikan situs budaya yang dirusak. Sebelum semua tuntutan kami dipenuhi, pembangunan PLTA Malea dihentikan sementara," jelas Bronson.
Aspirasi Aliansi Masyarakat Toraja Menggugat PT Malea diterima langsung Wakil Ketua DPRD Tana Toraja , Yohanis Lintin Paembongan didampingi tiga anggota DPRD Tana Toraja lainnya.
"DPRD tidak punya wewenang memutuskan menghentikan sementara pembangunan PLTA Malea. Itu wewenang pihak eksekutif atau pemerintah," jelas legislator PDI Perjuangan itu.
Baca Juga: Dua Nama Baru untuk Bandara Toraja Bakal Dibahas di Dewan
Lihat Juga :