Dua Balita, Ibu Hamil dan Puluhan Pemudik Dikarantina di Batang
Rabu, 29 April 2020 - 15:59 WIB
loading...
Bupati Batang Wihaji meninjau karantina mandiri di SDN 01 Amongrogo Kecamatan Limpung. FOTO : Istimewa
A
A
A
BATANG - Sebanyak 33 pemudik asal Desa Amongrogo menjalani karantina di wisma mandiri SDN 1 Amongrogo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.
Dari 33 pemudik tersebut, ada dua balita umur 8 bulan dan 4 tahun yang sudah satu minggu dikarantina. Mereka bersama orang tuanya dari Batam dan Palangkaraya serta ada ibu hamil bersama suaminya dari Jakarta.
Bupati Batang Wihaji saat monitoring wisma karantina mengungkapkan, untuk balita beserta orang tuanya dan ibu hamil sudah menjalani karantina selama satu minggu, kondisinya sehat berdasarkan hasil cek kesehatan dari Puskesmas.
"Kalau memang memungkinan mereka akan kita tes rapid. Tapi akan konsultasikan dulu Ketua Tim Gerak Cepat Covid-19 dr Fatoni Sp. P, Kalau hasilnya negatif biar mereka keluar dulu sebelum 14 hari, " kata Wihaji, Rabu (29/4/2020).
Ia mengatakan, karena mereka memiliki rumah sendiri yang selama ini kosong dan jika memang nanti hasil tes rapid negatif kita pulangkan dulu menjalani karantina diri dirumahnya. "Tapi kalau sudah dirumah mereka harus tetap dipantau kesehatannya dan tetap stay at home," ungkapnya.
Dari 33 pemudik tersebut, ada dua balita umur 8 bulan dan 4 tahun yang sudah satu minggu dikarantina. Mereka bersama orang tuanya dari Batam dan Palangkaraya serta ada ibu hamil bersama suaminya dari Jakarta.
Bupati Batang Wihaji saat monitoring wisma karantina mengungkapkan, untuk balita beserta orang tuanya dan ibu hamil sudah menjalani karantina selama satu minggu, kondisinya sehat berdasarkan hasil cek kesehatan dari Puskesmas.
"Kalau memang memungkinan mereka akan kita tes rapid. Tapi akan konsultasikan dulu Ketua Tim Gerak Cepat Covid-19 dr Fatoni Sp. P, Kalau hasilnya negatif biar mereka keluar dulu sebelum 14 hari, " kata Wihaji, Rabu (29/4/2020).
Ia mengatakan, karena mereka memiliki rumah sendiri yang selama ini kosong dan jika memang nanti hasil tes rapid negatif kita pulangkan dulu menjalani karantina diri dirumahnya. "Tapi kalau sudah dirumah mereka harus tetap dipantau kesehatannya dan tetap stay at home," ungkapnya.
Lihat Juga :