Orang Tua Siswa Mengeluh, DPRD Parepare Panggil Kadisdik dan Kepsek
Senin, 27 Juli 2020 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Kamaluddin yang juga legislator dari Partai Gerindra tersebut menjelaskan, masih banyak sekolah yang belum membagikan dana BOS untuk kebutuhan pembelian pulsa, kuota, dan aplikasi berbayar bagi orang tua murid. Karena kata dia, banyak keluhan orang tua terkait hal itu, sedangkan di satu sisi sudah ada beberapa sekolah sudah menerapkan.
"Makanya kami minta yang lain segera menerapkan juga, karena aturan dan dasarnya sudah jelas, tinggal dilaksanakan," ujarnya.
Kamaluddin menambahkan, pihaknya berharap Disdikbud membuat sistem penerimaan yang lebih terintegrasi, secara berkesinambungan, dan terkait hal itu DPRD siap mendukung penganggarannya. Supaya, lanjut dia, tidak ada lagi siswa yang tidak sekolah.
"Penyebaran guru berprestasi, dan perbaikan sarana dan prasarana juga harus dipikirkan ke depannya supaya ada pemerataan kualitas pendidikan, apalagi Parepare adalah kota pendidikan," ungkapnya.
Sementara, Plt Kadisdikbud Parepare, Arifuddin Idris memaparkan, sistem seleksi yang dibuat tahun ini bentuknya sederhana, mudah dipahami, dan mudah digunakan dengan model terpadu dan anggaran yang mencapai Rp30 juta. Alasannya, kata dia, saat ini harus melibatkan IT dalam pelayanan. Dalam penerimaan juga harus menerapkan protokol kesehatan , sistem ini meminimalisir pergerakan orang tua siswa.
"Makanya kami minta yang lain segera menerapkan juga, karena aturan dan dasarnya sudah jelas, tinggal dilaksanakan," ujarnya.
Kamaluddin menambahkan, pihaknya berharap Disdikbud membuat sistem penerimaan yang lebih terintegrasi, secara berkesinambungan, dan terkait hal itu DPRD siap mendukung penganggarannya. Supaya, lanjut dia, tidak ada lagi siswa yang tidak sekolah.
"Penyebaran guru berprestasi, dan perbaikan sarana dan prasarana juga harus dipikirkan ke depannya supaya ada pemerataan kualitas pendidikan, apalagi Parepare adalah kota pendidikan," ungkapnya.
Sementara, Plt Kadisdikbud Parepare, Arifuddin Idris memaparkan, sistem seleksi yang dibuat tahun ini bentuknya sederhana, mudah dipahami, dan mudah digunakan dengan model terpadu dan anggaran yang mencapai Rp30 juta. Alasannya, kata dia, saat ini harus melibatkan IT dalam pelayanan. Dalam penerimaan juga harus menerapkan protokol kesehatan , sistem ini meminimalisir pergerakan orang tua siswa.
Lihat Juga :