Chek Zainal: Raker Balee Inong Lahirkan Program Strategis
Senin, 27 Juli 2020 - 17:59 WIB
loading...
Rapat Kerja Balee Inong se-Kota Banda Aceh Tahun 2020 resmi berakhir setelah ditutup Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, Jumat (24/7/2020) di Balee Keurukon Gemilang Kompleks Balai Kota.
A
A
A
BANDA ACEH - Rapat Kerja Balee Inong se-Kota Banda Aceh Tahun 2020 resmi berakhir setelah ditutup Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, Jumat (24/7/2020) di Balee Keurukon Gemilang Kompleks Balai Kota.
Dalam sambutannya, sosok yang akrab disapa Chek Zainal ini berterima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DP3AP2KB dan Women’s Development Centre (WDC) serta semua pihak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sehingga Raker yang dimulai kemarin terlaksana dengan baik.
“Saya yakin dan percaya bahwa, diskusi yang telah terbentuk dalam raker ini menghasilkan program-program strategis yang melibatkan kaum perempuan di berbagai bidang terutama terhadap keterlibatan perempuan dalam pembangunan Banda Aceh,” ucap Chek Zainal.
Kata Chek Zainal, Banda Aceh merupakan kota ramah gender dan dikenal sebagai kota yang sangat menjunjung tinggi kesamaan hak dan kesempatan bagi perempuan dan laki-laki. Apalagi, Banda Aceh sangat berkomitmen dalam memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat kota untuk menjalankan kehidupan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, baik dalam mengecap pendidikan, memberikan pendapat serta berkarya dan berkreativitas dalam berbagai bidang.
Keterlibatan perempuan, lanjut Chek Zainal memberikan pandangan baru dalam memandang sebuah permasalahan yang ada. “Tentu, melalui kolaborasi antara pemikiran kaum perempuan dan laki-laki ini telah memungkinkan Banda Aceh bangkit menjadi kota yang layak bagi semua kalangan masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, sosok yang akrab disapa Chek Zainal ini berterima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DP3AP2KB dan Women’s Development Centre (WDC) serta semua pihak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sehingga Raker yang dimulai kemarin terlaksana dengan baik.
“Saya yakin dan percaya bahwa, diskusi yang telah terbentuk dalam raker ini menghasilkan program-program strategis yang melibatkan kaum perempuan di berbagai bidang terutama terhadap keterlibatan perempuan dalam pembangunan Banda Aceh,” ucap Chek Zainal.
Kata Chek Zainal, Banda Aceh merupakan kota ramah gender dan dikenal sebagai kota yang sangat menjunjung tinggi kesamaan hak dan kesempatan bagi perempuan dan laki-laki. Apalagi, Banda Aceh sangat berkomitmen dalam memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat kota untuk menjalankan kehidupan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, baik dalam mengecap pendidikan, memberikan pendapat serta berkarya dan berkreativitas dalam berbagai bidang.
Keterlibatan perempuan, lanjut Chek Zainal memberikan pandangan baru dalam memandang sebuah permasalahan yang ada. “Tentu, melalui kolaborasi antara pemikiran kaum perempuan dan laki-laki ini telah memungkinkan Banda Aceh bangkit menjadi kota yang layak bagi semua kalangan masyarakat,” ujarnya.
Lihat Juga :