RPA Perindo Desak UPTD PPA Jabar Bersinergi Tuntaskan Kasus Pencabulan Disabilitas

Kamis, 06 Juli 2023 - 18:37 WIB
loading...
RPA Perindo Desak UPTD...
Ketua RPA Perindo Jabar, Aji Murtidianti minta UPTD PPA Jabar bersinergi dalam mengawal kasus pelecehan terhadap disabilitas di Kota Bandung. Foto/MPI/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Kasus pencabulan yang menimpa seorang penyandang disabilitas berinisial NSF, menjadi perhatian serius Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Perindo Jabar. Dalam penanganan kasus ini, RPA Perindo Jabar mendesak UPTD PPA Jabar bersinergi untuk menuntaskannya.

Baca juga: Dampingi Penyandang Disabilitas Korban Pencabulan, RPA Perindo Kecewa Hanya Ditemui Staf UPTD PPA Jabar

Permintaan itu menyusul batalnya agenda audiensi RPA Perindo Jabar, dengan pihak UPTD PPA Jabar, di Kantor UPTD PPA Jabar Jalan LLRE Martadinata Nomor 2, Kota Bandung, Kamis (6/7/2023).



Ketua RPA Perindo Jabar, Aji Murtidianti mengatakan, akan menjadwalkan ulang pertemuan dengan UPTD PPA Jabar, untuk membahas kasus pelecehan seksual terhadap korban disabilitas berinisial NSF itu. "Harapannya ke depan, mungkin kami bisa diterima kembali dan dijadwalkan ulang untuk beraudiensi lagi," ucap Aji.

Baca juga: Sosok Joni Warsito, Aktivis yang Nekat Tempuh Jarak 3.500 Km Pakai Motor Demi Anak-anak Nias Bisa Masuk PTN

Sementara itu, John Binsar Simalango yang ditunjuk sebagai pendamping korban NSF mengatakan, fokus utamanya saat ini adalah untuk menyelesaikan kasus yang sudah terjadi 1,5 tahun, dan masih berlarut-larut hingga saat ini.

Karena itu, dia berharap adanya sinergi antara RPA Perindo Jabar, dan UPTD PPA Jabar dalam menuntaskan kasus pelecehan seksual terhadap disabilitas ini. "UPTD PPA Jabar, kalau kita lihat mereka melayani dari sisi psikologinya terhadap korban. Sementara RPA Perindo Jabar akan mendampingi secara hukum. Kita berharap ada sinergi, untuk menuntaskan kasus ini," tegas John.

John mengaku prihatin dengan sikap tidak profesional yang ditunjukan UPTD PPA Jabar, karena batalnya pertemuan yang digelar pada hari ini. "Kita menunggu selama dua jam lebih. Kalau dikatakan kecewa pasti kecewa, tetapi ini merupakan tugas dari pelayanan RPA Perindo sehingga kita tetap mencoba berpikir positif," tuturnya.

Baca juga: Kericuhan Pecah di Depan Pesantren Al Zaytun Akibatkan Sejumlah Polwan Terluka, Begini Penampakannya

"Tadi kita menunggu itu, karena kita memberikan kesempatan pada mereka untuk mungkin ada waktu bisa bertemu. Tapi ternyata sampai detik ini tidak ada, jadi ya kita hanya prihatin saja bahwa harusnya ini tidak boleh terjadi," imbuhnya.

Karena itu, John yang juga bacaleg Partai Perindo Dapil III Kota Bandung ini menyebut, pihaknya akan membuat surat untuk menjadwalkan ulang pertemuan dengan UPTD PPA Jabar. Rencananya, pertemuan tersebut akan digelar pada Selasa (11/7/2023).

"Awalnya kami ingin bertemu dengan Kepala UPTD PPA Jabar, yaitu Pak Anjar Yusdinar. Jadi kita berharap, pada Selasa (11/7/2023) mendatang, kita bisa bertemu dengan beliau. Kita ingin mendudukan sama-sama mengenai kasus ini," tandasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Batik Fair di Surabaya,...
Batik Fair di Surabaya, PGN Dorong Pemberdayaan UMKM dan Anak Disabilitas
Perempuan Bangsa Desak...
Perempuan Bangsa Desak Pendampingan Total Santri Korban Kekerasan Seksual Kiai di Pati
Pengacara Santriwati...
Pengacara Santriwati Korban Pencabulan di Pati Tolak Disogok Rp400 Juta untuk Cabut Laporan
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
Kasus Pencabulan Puluhan...
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Temui Hotman Paris,...
Temui Hotman Paris, Korban Pencabulan di Ponpes Ndolo Kusumo Pati Ungkap Intimidasi dari Keluarga Pelaku
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Rekomendasi
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Berita Terkini
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved