Lempeng Bumi Terus Aktif, BMKG Sebut Gempa Bantul Bakal Terus Terjadi
Sabtu, 01 Juli 2023 - 16:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Gempa Bantul Yogyakarta Magnitudo 6,4 Dirasakan Kuat hingga Jatim
Beberapa kejadian gempa tidak hanya di wilayah selatan DIY, Tetap di beberapa titik itu terus terjadi.
Pihaknya terus mencatat adanya gempa-gempa lain. Karenanya gempa semacam ini kemungkinan masih akan terjadi lagi, karena memang zonanya aktif. Namun kekuatannya belum bisa diprediksi.
Pihaknya memprediksi yang tertinggi itu misalnya yang megathust, kekuatannya sampai magnitudo 8,8.
"Itu kemungkinan yang tertinggi. Tapi semoga tidak terjadi. Kemungkinan ada, potensi ada. Potensinya masih ada lah, masih aktif," ujar dia.
Dwikorawati kemungkinan terjadi patahan akibat tumbukan lempeng tadi malam. Karena akibat tumbukan antar lempeng tersebut menjadikan lempeng melengkung. Jika ketika patah maka energinya akan terlepas karena sebelumnya sudah terakumulasi dan tidak bisa keluar.
"Nah ini kan lengkung ini, yang lengkung ini patah ya yang kontak numbuk ini patah ke atas gitu. Nah waktu patah itu energinya yang tadinya terakumulasi saat numbuk ini kan terakumulasi energi gak bisa keluar, tapi begitu ada patah, ada celah untuk keluar. Maka dirasakan sebagai gelombang gempa,"ujarnya.
Beberapa kejadian gempa tidak hanya di wilayah selatan DIY, Tetap di beberapa titik itu terus terjadi.
Pihaknya terus mencatat adanya gempa-gempa lain. Karenanya gempa semacam ini kemungkinan masih akan terjadi lagi, karena memang zonanya aktif. Namun kekuatannya belum bisa diprediksi.
Pihaknya memprediksi yang tertinggi itu misalnya yang megathust, kekuatannya sampai magnitudo 8,8.
"Itu kemungkinan yang tertinggi. Tapi semoga tidak terjadi. Kemungkinan ada, potensi ada. Potensinya masih ada lah, masih aktif," ujar dia.
Dwikorawati kemungkinan terjadi patahan akibat tumbukan lempeng tadi malam. Karena akibat tumbukan antar lempeng tersebut menjadikan lempeng melengkung. Jika ketika patah maka energinya akan terlepas karena sebelumnya sudah terakumulasi dan tidak bisa keluar.
"Nah ini kan lengkung ini, yang lengkung ini patah ya yang kontak numbuk ini patah ke atas gitu. Nah waktu patah itu energinya yang tadinya terakumulasi saat numbuk ini kan terakumulasi energi gak bisa keluar, tapi begitu ada patah, ada celah untuk keluar. Maka dirasakan sebagai gelombang gempa,"ujarnya.
Lihat Juga :