2 Inovasi Ganjar di Jateng Berhasil Turunkan Angka Stunting, Pengamat: Langkah Tepat

Rabu, 28 Juni 2023 - 18:27 WIB
loading...
2 Inovasi Ganjar di...
Dua inovasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng) dan Jo Kawin Bocah dinilai tepat dalam menurunkan angka stunting. Foto/Ist
A A A
SEMARANG - Dua inovasi yang digagas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yakni Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng) dan Jo Kawin Bocah dinilai sudah tepat dalam menurunkan angka stunting di Jateng.

Data terakhir, angka stunting Jateng pada 2021 sebesar 12,8 persen, turun menjadi 11,9 persen pada 2022. Turunnya angka stunting tak lepas dari dua inovasi yang dilakukan Pemprov Jateng.

Baca juga: Ganjar Capres PDIP, Jokowi Sebut Pemimpin yang Dekat dengan Rakyat

Kepala Riset Kesehatan Universitas Gunadharma, Lestari Octavia mengatakan program yang dibuat Ganjar sudah tepat. Sebab dalam penanganan stunting, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi masa krusial pencegahan.

“Nah kalau misalnya ibunya terindikasi malnutrisi, itu kan harus melakukan perbaikan dan intervensi. Nah di masa awal-awal kehamilan itu,” kata Lestari, Rabu (28/6/2023).

Pakar kesehatan itu mengatakan, program 5Ng tepat karena memedulikan secara komprehensif kondisi perempuan saat mengandung. Secara tidak langsung, Ganjar mengajak masyarakat tidak hanya tenaga kesehatan saja peduli pada ibu hamil.

“Menariknya juga ada Jo Kawin Bocah, karena hamil kan sudah prosesnya ya. Nah yang benar itu sebelum dia menjadi hamil, sebelum menikah. Ketika dia masa menstruasi awal, kita jaga agar tidak anemia,” ujarnya.

Baca juga: Pengumuman Ganjar Capres PDIP, Jokowi Duduk di Samping Megawati

Kemudian melalui program Jo Kawin Bocah, lanjut Lestari, Ganjar mengedukasi masyarakat tentang bahaya pernikahan dini. Lestari menuturkan, pernikahan di usia dini terbukti berkontribusi pada tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

“Kalau kita geser angka pernikahan di usia matang 24-25 tahun, secara fisiologi rahim sudah lebih siap dan juga secara mental lebih siap. Artinya kalau bicara di level preventif ini program yang baik,” ucapnya.



Dia melihat Ganjar Pranowo sebagai kepala daerah, menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masalah stunting. Menurut Lestari, dua program yang digagas Ganjar sangat tepat sasaran.

“Harus diapresiasi bahwa di tingkat pemimpin daerah sudah memikirkan sejak dari usia dini yaitu (program) Jo Kawin Bocah sampai ketika dia mengalami 1.000 HPK (Program 5Ng),” tuturnya.

Lestari yang juga terlibat dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), melihat progres baik dicapai Jawa Tengah lewat program pencegahan stunting. Menurutnya, dua program tersebut layak untuk diadaptasi daerah lain.

“Sehingga jadi role model. Adaptasi saya sampaikan karena setiap daerah tentu punya perbedaan masalah. Konsep ini (Jo Kawin Bocah dan 5Ng) bisa dibawa dan disesuaikan,” katanya.

Sebagai informasi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus menggenjot penurunan angka stunting. Selain Program Jo Kawin Bocah, Ganjar juga mempunyai Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng)

Berdasarkan perhitungan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM), pada 2018 tingkat stunting di Jateng berada di angka 24,4 persen, setahun kemudian pada 2019 turun menjadi 18,3 persen.

Persentase tersebut terus menurun seiring berjalannya waktu, pada 2020 kasus stunting turun sebanyak 14,5 persen, kemudian pada 2021 turun menjadi 12,8 persen, dan terakhir pada 2022 berhenti di angka 11,9 persen.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diikuti 700 Pelari,...
Diikuti 700 Pelari, Nutrition Run 2026 Galang Donasi untuk Anak Stunting
Peringati Hari Gizi...
Peringati Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Hidup Anak Desa Parungmulya lewat Program Makanan Tambahan
GETAS 2025, Jababeka...
GETAS 2025, Jababeka Targetkan Angka Stunting Kabupaten Bekasi di Bawah 14%
Tekan Pernikahan Dini...
Tekan Pernikahan Dini dan Stunting, BKKBN dan DPR Sosialisasi Program Bangga Kencana
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Angka Stunting di Wonosobo
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Anggota DPRD Jember...
Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Ruang BerAC Saat RDP Tekan Stunting
Rekomendasi
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Berita Terkini
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Senin 15 Desember: Indonesia Nyaman di Posisi 2
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved