alexa snippet

Minta Ditembak, Pencuri Sawit Terkapar Didor Brimob

Minta Ditembak, Pencuri Sawit Terkapar Didor Brimob
Muallim Simbolon warga Sampaean, Labuhanbatu yang diduga pencuri sawit saat dirawat akibat luka tembak. (Foto: Sartana N/Koran SINDO) (
A+ A-
KOTAPINANG - Bripka M Hasibuan anggota Brimob yang di BKO kan di perkebunan sawit PT STA, menembak Muallim Simbolon (25) warga Desa Sampaean, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Akibatnya, lutut kanan Muallim Hasibuan seorang pengutip berondolan sawit, di lahan refelanting (penebangan untuk tanaman peremajaan) mengalami luka robek. Selain itu, paha sebelah kanan korban luka lecet.

Aksi seperti coboi yang dilakukan oknum Brimob itu sontak membuat warga emosi. Beruntung dia menyelamatkan diri dari kejaran warga yang mengetahui terjadi penembakan.

Warga tidak dapat menerima perlakukan main hakim sendiri tersebut. Malah kini warga disebut-sebut sedang mencari oknum Brimob rekan Bripka M Hasibuan yang ditengarai masih bersembunyi tidak jauh dari lokasi perkebunan. Sedangkan Bripka M Hasibuan sudah diamankan di Mapolres Labuhanbatu.

Menurut Muallim, aksi penembakan yang dilakukan oknum Brimob itu, berawal saat dia sedang mengutip berondolan buah sawit dilahan refelanting bersama ratusan warga dari empat desa, Jumat (9/9/2016) sekitar pukul 11.00 WIB.

Tiba-tiba datang dua oknum Brimob menenteng senjata laras panjang.

"Melihat ada dua anggota Brimob, kami lari ke kebun karet warga, yang bersebelahan dengan lahan perusahaan," kata Muallim Hasibuan seusai dirongent di ruangan radiologi RSUD Rantauprapat, Jumat (9/9/2016) .

Dia mengatakan, kedua anggota Brimob itu kemudian mengejarnya hingga sekitar 200 meter jaraknya dari lahan perkebunan PT STA.

Saat itu, kedua polisi tersebut berhasil menjumpai korban yang sedang bersembunyi diahan kebun karet milik warga.

"Saya diancam tembak mereka. Lalu saya bilang, tembak ajalah kalau berani. Langsung ditembaknya lutut saya. Padahal saya tidak melawan. Awalnya saya tidak yakin dia berani menembak, hanya karena mengambil berondolan sawit itu," ujarnya.

Dia pun mengaku, setelah dirinya ditembak salah seorang dari kedua Brimob yang mengejarnya, dia langsung ditinggalkan seorang diri di kebun karet milik warga.

Beruntung ada seorang penderes yang membantunya dan memberi tahu warga ada kasus penembakan.

Kontan saja warga tersulut emosi mengetahui aksi oknum Brimob tersebut. Padahal, di lahan refelanting sawit itu, banyak warga lain dari empat desa yang mengambil buah sawit dari sisa-sisa tebangan.
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top