Langkah Poitik Plt Wali Kota Akhyar Nasution Dinilai Tepat
Minggu, 26 Juli 2020 - 11:12 WIB
loading...
Perpindahan sikap politik Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution dari Politisi PDI-P ke Partai Demokrat dinilai tepat. Foto/Ist.
A
A
A
MEDAN - Perpindahan sikap politik Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution dari Politisi PDI-P ke Partai Demokrat dinilai pengamat politik dari Fisipol USU, Dadang Dermawan merupakan pilihan yang tepat.
(Baca juga: Bobby Nasution Gagas Event Internasional di Tjong A Fie Mansion )
Hal itu, juga mengingat rencana persiapan Akhyar Nasution yang bakal maju sebagai Calon Walikota Medan di Pilkada Walikota Medan priode 2020-2025 mendatang.
"Dari sisi waktu, perpindahan Akhyar Nasution ke Partai Demokrat saat ini adalah waktu yg tepat," kata pengamat politik Dadang Dermawan, Minggu (25/7/2020).
Dia menjelaskan, alasan pertama, yakni saat ini waktu yang tepat untik benar-benar yakin bahwa, PDIP tidak akan mengusung Akhyar Nasution lagi. Sedangkan alasan kedua, ini merupakan waktu yang tepat untuk persiapan mendaftar dan memastikan adanya dukungan yang cukup dari partai politik (Parpol) pendudung yakni dari Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PD+PKS).
"Jadi keputusan perpindahan ini dapat dikatakan sudah matang. Karena itu saya yakin Akhyar Nasution sudah sangat siap utk bersebrangan dengan berbagai konsekuensi logis denga PDIP sendiri yang merupkan partai yg telah digelutinya sekian lama," ungkap Dadang Dermawan.
Menurutnya, sikap ini sekaligus juga bisa dibaca sebagai bentuk protes keras Akhyar Nasution terhadap PDIP yang lebih memilih Bobby Nasution untuk dicalonkan sebagau Walkota Medan 2020.
(Baca juga: Bobby Nasution Gagas Event Internasional di Tjong A Fie Mansion )
Hal itu, juga mengingat rencana persiapan Akhyar Nasution yang bakal maju sebagai Calon Walikota Medan di Pilkada Walikota Medan priode 2020-2025 mendatang.
"Dari sisi waktu, perpindahan Akhyar Nasution ke Partai Demokrat saat ini adalah waktu yg tepat," kata pengamat politik Dadang Dermawan, Minggu (25/7/2020).
Dia menjelaskan, alasan pertama, yakni saat ini waktu yang tepat untik benar-benar yakin bahwa, PDIP tidak akan mengusung Akhyar Nasution lagi. Sedangkan alasan kedua, ini merupakan waktu yang tepat untuk persiapan mendaftar dan memastikan adanya dukungan yang cukup dari partai politik (Parpol) pendudung yakni dari Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PD+PKS).
"Jadi keputusan perpindahan ini dapat dikatakan sudah matang. Karena itu saya yakin Akhyar Nasution sudah sangat siap utk bersebrangan dengan berbagai konsekuensi logis denga PDIP sendiri yang merupkan partai yg telah digelutinya sekian lama," ungkap Dadang Dermawan.
Menurutnya, sikap ini sekaligus juga bisa dibaca sebagai bentuk protes keras Akhyar Nasution terhadap PDIP yang lebih memilih Bobby Nasution untuk dicalonkan sebagau Walkota Medan 2020.
Lihat Juga :