Gempa Tremor Masih Terdeteksi dari Perut Gunung Karangetang
Kamis, 22 Juni 2023 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Tercatat juga terjadi satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 5 mm, dan lama gempa 28 detik. Satu kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 5 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 18 detik. Serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 8-10 mm, S-P 17-31 detik, dan lama gempa 45-108 detik.
Masyarakat, dan wisatawan dilarang melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 km dari puncak kawah dua, serta kawah utama, dan area perluasan sektoral ke arah barat daya, selatan, tenggara dengan radius 3,5 km.
Baca juga: Kunjungi Keraton Yogyakarta, Kaisar Jepang Tersanjung Disambut Keluarga Besar Sri Sultan HB X
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Guguran lava dan awan panas ini, terjadi dari penumpukan material lava yang kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.
Mengantisipasi terjadinyam banjir lahar dingin dari puncak Gunung Karangetang, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang, diimbau meningkatkan kesiapsiagaan saat terjadi hujan lebat di wilayah puncak.
Masyarakat, dan wisatawan dilarang melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 km dari puncak kawah dua, serta kawah utama, dan area perluasan sektoral ke arah barat daya, selatan, tenggara dengan radius 3,5 km.
Baca juga: Kunjungi Keraton Yogyakarta, Kaisar Jepang Tersanjung Disambut Keluarga Besar Sri Sultan HB X
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Guguran lava dan awan panas ini, terjadi dari penumpukan material lava yang kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.
Mengantisipasi terjadinyam banjir lahar dingin dari puncak Gunung Karangetang, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang, diimbau meningkatkan kesiapsiagaan saat terjadi hujan lebat di wilayah puncak.
(eyt)
Lihat Juga :