200 Ahli Onkologi Radiasi Hadiri Event Searog Estro Live Course
Rabu, 21 Juni 2023 - 23:02 WIB
loading...
Event Training Course Searog Estro Live Course mengenai onkologi radiasi, menghadirkan lebih dari 200 ahli onkologi radiasi dari seluruh Indonesia dan kawasan ASEAN. Foto ist
A
A
A
JAKARTA - Event Training Course 'Searog Estro Live Course' mengenai onkologi radiasi, menghadirkan lebih dari 200 ahli onkologi radiasi dari seluruh Indonesia dan kawasan ASEAN. Ajang pameran kesehatan ini berlangsung pada 18-22 Juni 2023 di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat.
GE HealthCare -perusahaan internasional terkemuka di bidang teknologi medis- turut berpartisipasi pada event ini. Bahkan di momen ini, GE HealthCare dan Elekta mengumumkan kerja sama di bidang onkologi radiasi untuk meningkatkan perawatan kanker di Indonesia. Baca juga: Pasal Tembakau dalam RUU Kesehatan Dinilai Berpotensi Mematikan Industri Rokok
Executive General Manager Imaging, GE HealthCare ASEAN, Korea, and Australia, Vijay Subramaniam mengatakan, akses terhadap terapi radiasi dapat menjadi tantangan bagi masyarakat di Indonesia.
Upaya bersama antara GE HealthCare dan Elekta, lanjutnya, bertujuan untuk meningkatkan akses solusi kesehatan yang presisi.
"Sehingga pasien bisa mendapatkan perawatan kanker yang optimal dan diagnosis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien untuk membantu meningkatkan akurasi pengobatan," ungkap Vijay, Rabu (21/6/2023)
Sebanyak 50-60 persen dari seluruh pasien kanker, sambungnya, membutuhkan terapi radiasi yang membutuhkan pencitraan berkualitas tinggi serta peralatan perangkat lunak canggih untuk menargetkan tumor secara tepat.
"Teknologi pencitraan kami membantu mengoptimalkan perawatan kanker , meningkatkan efisiensi alur kerja, dan memanfaatkan kecerdasan buatan yang memungkinkan perawatan kanker yang terintegrasi,” imbuhnya.
Elekta Senior Vice President Asia Pacific Japan, Marco Lee mengatakan, sebagai pemimpin di bidang terapi radiasi, Elekta memperluas akses perawatan kanker, memberikan solusi radioterapi yang presisi dan mendorong inovasi di bidang baru, misalnya Hypofractionation dan Adaptive Treatments. Baca juga: Anak Asri Welas Jalani Endoskopi Lambung dan Rekam Kepala usai Pulang dari Rumah Sakit
"Kami sangat antusias dengan kolaborasi antara Elekta dan GE HealthCare. Sebab, tidak hanya berkontribusi pada harapan bagi semua orang yang sedang berjuang melawan kanker, tetapi sejalan dengan visi kami tentang dunia di mana setiap orang memiliki akses ke perawatan kanker terbaik,” bebernya.
Dokter Onkologi Radiasi, Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondowihardjo menjelaskan, radioterapi merupakan salah satu modalitas utama dalam terapi kanker. Berdasarkan data, satu dari dua orang penderita kanker, selama menjalani perjalanan terapi kanker pasti memerlukan terapi radiasi.
"Radioterapi merupakan terapi yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak dapat disentuh. Oleh karena itu, proses quality control sangat penting untuk memastikan radiasi diberikan secara aman, tepat dan berkualitas," urainya.
GE HealthCare -perusahaan internasional terkemuka di bidang teknologi medis- turut berpartisipasi pada event ini. Bahkan di momen ini, GE HealthCare dan Elekta mengumumkan kerja sama di bidang onkologi radiasi untuk meningkatkan perawatan kanker di Indonesia. Baca juga: Pasal Tembakau dalam RUU Kesehatan Dinilai Berpotensi Mematikan Industri Rokok
Executive General Manager Imaging, GE HealthCare ASEAN, Korea, and Australia, Vijay Subramaniam mengatakan, akses terhadap terapi radiasi dapat menjadi tantangan bagi masyarakat di Indonesia.
Upaya bersama antara GE HealthCare dan Elekta, lanjutnya, bertujuan untuk meningkatkan akses solusi kesehatan yang presisi.
"Sehingga pasien bisa mendapatkan perawatan kanker yang optimal dan diagnosis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien untuk membantu meningkatkan akurasi pengobatan," ungkap Vijay, Rabu (21/6/2023)
Sebanyak 50-60 persen dari seluruh pasien kanker, sambungnya, membutuhkan terapi radiasi yang membutuhkan pencitraan berkualitas tinggi serta peralatan perangkat lunak canggih untuk menargetkan tumor secara tepat.
"Teknologi pencitraan kami membantu mengoptimalkan perawatan kanker , meningkatkan efisiensi alur kerja, dan memanfaatkan kecerdasan buatan yang memungkinkan perawatan kanker yang terintegrasi,” imbuhnya.
Elekta Senior Vice President Asia Pacific Japan, Marco Lee mengatakan, sebagai pemimpin di bidang terapi radiasi, Elekta memperluas akses perawatan kanker, memberikan solusi radioterapi yang presisi dan mendorong inovasi di bidang baru, misalnya Hypofractionation dan Adaptive Treatments. Baca juga: Anak Asri Welas Jalani Endoskopi Lambung dan Rekam Kepala usai Pulang dari Rumah Sakit
"Kami sangat antusias dengan kolaborasi antara Elekta dan GE HealthCare. Sebab, tidak hanya berkontribusi pada harapan bagi semua orang yang sedang berjuang melawan kanker, tetapi sejalan dengan visi kami tentang dunia di mana setiap orang memiliki akses ke perawatan kanker terbaik,” bebernya.
Dokter Onkologi Radiasi, Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondowihardjo menjelaskan, radioterapi merupakan salah satu modalitas utama dalam terapi kanker. Berdasarkan data, satu dari dua orang penderita kanker, selama menjalani perjalanan terapi kanker pasti memerlukan terapi radiasi.
"Radioterapi merupakan terapi yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak dapat disentuh. Oleh karena itu, proses quality control sangat penting untuk memastikan radiasi diberikan secara aman, tepat dan berkualitas," urainya.
(don)
Lihat Juga :