Rumah Penampung Pendonor Ginjal di Bekasi Disewa Septian Taher: Kini Beralih ke Akmal
Rabu, 21 Juni 2023 - 18:40 WIB
loading...
Seorang warga melintas di depan rumah yang diduga menjadi tempat penampungan pendonor ginjal di Kabupaten Bekasi. Foto: MPI/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
BEKASI - Rumah kontrakan di Perumahan Villa Mutiara Gading, Blok FV Nomor 5 RT 3 RW 18, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, diduga menjadi tempat penampungan bagi pendonor ginjal ilegal yang akan berangkat ke Kamboja. Pemilik kontrakan mengungkapkan rumah itu disewa oleh pria bernama Septian.
Pemilik Kontrakan bernama Sudirman (47) menjelaskan, awalnya rumah itu kosong. Kemudian, dirinya memutuskan untuk mengontrakkan rumahnya dengan memasang iklan di depan rumah. Tak lama kemudian, istrinya dihubungi oleh seseorang bernama Septian Taher.
Baca juga: Heboh! Rumah di Perumahan Villa Mutiara Gading Bekasi Jadi Tempat Penampungan Ginjal Manusia
"Yang kontrak pertama kali atas nama Septian Taher," kata Sudirman kepada wartawan, Rabu (21/6/2023).
Septian, jelas dia, merupakan warga yang sebenarnya sudah mengontrak persis di kosan berpetak tepat di rumah kontrakan miliknya. Sudirman menjelaskan, Septian ingin pindah karena kosan petak saat itu tidak bisa menampung banyak orang.
"Istri saya tanya, kalian darimana, lalu mereka menjelaskan dari kosan depan. Karena mereka kepanasan di atas orangnya lima enam orang, mereka berminat," kata dia.
Pemilik Kontrakan bernama Sudirman (47) menjelaskan, awalnya rumah itu kosong. Kemudian, dirinya memutuskan untuk mengontrakkan rumahnya dengan memasang iklan di depan rumah. Tak lama kemudian, istrinya dihubungi oleh seseorang bernama Septian Taher.
Baca juga: Heboh! Rumah di Perumahan Villa Mutiara Gading Bekasi Jadi Tempat Penampungan Ginjal Manusia
"Yang kontrak pertama kali atas nama Septian Taher," kata Sudirman kepada wartawan, Rabu (21/6/2023).
Septian, jelas dia, merupakan warga yang sebenarnya sudah mengontrak persis di kosan berpetak tepat di rumah kontrakan miliknya. Sudirman menjelaskan, Septian ingin pindah karena kosan petak saat itu tidak bisa menampung banyak orang.
"Istri saya tanya, kalian darimana, lalu mereka menjelaskan dari kosan depan. Karena mereka kepanasan di atas orangnya lima enam orang, mereka berminat," kata dia.
Lihat Juga :