Dari Surakarta, Dosen Ini Maksimalkan Medsos Bagikan Konten Edukatif
Selasa, 13 Juni 2023 - 18:27 WIB
loading...
Ginanjar Rahmawan, dosen Ilmu Manajemen Pemasaran di STIE Surakarta. (Ist)
A
A
A
SURAKARTA - Media sosial (medsos) sekarang ini menjadi salah satu sarana untuk memberikan konten-konten yang edukatif. Hal ini yang kemudian dimanfaatkan maksimal oleh
Ginanjar Rahmawan, seorang dosen Ilmu Manajemen Pemasaran di STIE Surakarta.
Menurutnya, teknologi digital memberikan banyak kemudahan di berbagai lini kehidupan, tak terkecuali di dunia pendidikan. Kehadiran teknologi digital di samping sangat membantu, ternyata juga menjadi wadah bagi para pelajar, sekaligus pendidik untuk saling berinteraksi.
"Saat ini, bukan hal aneh lagi jika menemukan para pendidik memberikan materi-materi pelajaran lewat konten-konten nan edukatif di sosial medianya," kata Ginanjar, Selasa (13/6/2023).
"Materi-materi pelajaran yang terkesan menjadi momok dan sulit untuk dicerna, berkat sosial media dan keuletan para pendidik dalam menyajikan konten, kini menjadi mudah dimengerti," tambahnya.
Tentu saja kata dia, hal ini disebabkan oleh kreativitas para pendidik yang mau berpikir lebih maju untuk menyebarkan secara lebih luas lagi ilmu dan wawasan yang dimilikinya melalui medsos.
Ginanjar bahkan dijuluki sebagai dosen skripsi online karena konten-konten edukatif yang disebarkannya melalui medsos, banyak membantu mahasiswa yang kesulitan dalam proses mengerjakan tugas akhir kuliah tersebut.
Dosen sekaligus pengelola kampus Yayasan Bina Wiraswasta Surakarta STIE Surakarta ini mengungkapkan, tujuannya untuk membuat konten-konten edukatif di akun pribadi sosial medianya tersebut.
"Selain karena tuntutan moral sebagai tenaga pengajar, juga karena pengalaman pribadi yang cukup pahit. Pasalnya, sempat merasakan masa-masa sulit ketika menulis skripsi karena tidak banyak informasi yang bisa diperolehnya pada masa itu," ungkapnya.
Hal itulah yang membuatnya membulatkan tekad untuk 'turun gunung' dan membuat konten-konten edukasi tentang skripsi, serta menyediakan ruang untuk konsultasi agar mahasiswa-mahasiswa yang sedang dalam kesulitan menulis skripsi bisa lebih mudah dan mendapat panduan dalam proses penulisan skripsi.
"Selain bergiat di sosial media, saya juga berupaya semampunya untuk memberikan konsultasi offline dari kota ke kota," ungkap pria yang lahir pada 29 Maret 1983 ini.
"Sebenarnya, misi utamanya itu ada tiga, yaitu terus memproduksi konten edukasi skripsi secara gratis, kemudian menerima curhatan skripsi secara gratis, dan keliling kampus untuk berdiskusi secara offline," tutupnya.
Saat ini, Ginanjar telah memiliki 143 ribu pengikut di Instagram pribadinya, dan memiliki kanal Telegram bernama Telegram Curhat Skripsi yang mempunyai 9 ribu aggota lebih dan beranggotakan mahasiswa-mahasiswa se Indonesia yang ingin berkonsultasi atau melakukan tanya jawab.
Ginanjar Rahmawan, seorang dosen Ilmu Manajemen Pemasaran di STIE Surakarta.
Menurutnya, teknologi digital memberikan banyak kemudahan di berbagai lini kehidupan, tak terkecuali di dunia pendidikan. Kehadiran teknologi digital di samping sangat membantu, ternyata juga menjadi wadah bagi para pelajar, sekaligus pendidik untuk saling berinteraksi.
"Saat ini, bukan hal aneh lagi jika menemukan para pendidik memberikan materi-materi pelajaran lewat konten-konten nan edukatif di sosial medianya," kata Ginanjar, Selasa (13/6/2023).
"Materi-materi pelajaran yang terkesan menjadi momok dan sulit untuk dicerna, berkat sosial media dan keuletan para pendidik dalam menyajikan konten, kini menjadi mudah dimengerti," tambahnya.
Tentu saja kata dia, hal ini disebabkan oleh kreativitas para pendidik yang mau berpikir lebih maju untuk menyebarkan secara lebih luas lagi ilmu dan wawasan yang dimilikinya melalui medsos.
Ginanjar bahkan dijuluki sebagai dosen skripsi online karena konten-konten edukatif yang disebarkannya melalui medsos, banyak membantu mahasiswa yang kesulitan dalam proses mengerjakan tugas akhir kuliah tersebut.
Dosen sekaligus pengelola kampus Yayasan Bina Wiraswasta Surakarta STIE Surakarta ini mengungkapkan, tujuannya untuk membuat konten-konten edukatif di akun pribadi sosial medianya tersebut.
"Selain karena tuntutan moral sebagai tenaga pengajar, juga karena pengalaman pribadi yang cukup pahit. Pasalnya, sempat merasakan masa-masa sulit ketika menulis skripsi karena tidak banyak informasi yang bisa diperolehnya pada masa itu," ungkapnya.
Hal itulah yang membuatnya membulatkan tekad untuk 'turun gunung' dan membuat konten-konten edukasi tentang skripsi, serta menyediakan ruang untuk konsultasi agar mahasiswa-mahasiswa yang sedang dalam kesulitan menulis skripsi bisa lebih mudah dan mendapat panduan dalam proses penulisan skripsi.
"Selain bergiat di sosial media, saya juga berupaya semampunya untuk memberikan konsultasi offline dari kota ke kota," ungkap pria yang lahir pada 29 Maret 1983 ini.
"Sebenarnya, misi utamanya itu ada tiga, yaitu terus memproduksi konten edukasi skripsi secara gratis, kemudian menerima curhatan skripsi secara gratis, dan keliling kampus untuk berdiskusi secara offline," tutupnya.
Saat ini, Ginanjar telah memiliki 143 ribu pengikut di Instagram pribadinya, dan memiliki kanal Telegram bernama Telegram Curhat Skripsi yang mempunyai 9 ribu aggota lebih dan beranggotakan mahasiswa-mahasiswa se Indonesia yang ingin berkonsultasi atau melakukan tanya jawab.
(nag)
Lihat Juga :