Hendak Melintasi Perbatasan RI-PNG, Anggota OPM Dicegat Pasukan Yonif 132/BS
Jum'at, 09 Juni 2023 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
"Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan massa yang dapat mengganggu keamanan, mengingat daerah sekitar PLBN Skouw memiliki banyak masyarakat Indonesia maupun Papua Nugini karena adanya Pasar Skouw," kata Wadansatgas Yonif 132/BS Mayor Inf Zulfikar.
Tak lama kemudian, kata dia, Yusak Pakage meninggalkan PLBN Skouw menuju Kota Jayapura. Namun, saat diamankan di wilayah Skouw Mabo oleh Sertu Rudi dan 11 anggota Satgas lainnya, Yusak Pakage melakukan perlawanan sehingga keributan kembali terjadi. Namun, akhirnya Yusak Pakage berhasil diamankan dan dibawa ke Pos Muara Tami.
Mayor Inf Zulfikar dan Kapten Inf Putra Zendrato lalu melakukan pemeriksaan terbatas terhadap Yusak Pakage. Mereka memperoleh informasi bahwa Yusak Pakage berencana melintasi perbatasan ke Vanimo, Papua Nugini. Baca juga: KKB Papua Lakukan Serangan Brutal, Aparat TNI-Polri Siaga 1
Namun, karena tidak membawa dokumen yang diperlukan, petugas imigrasi melarangnya untuk melintas namun yang bersangkutan tetap memaksa untuk melintas dan melakukan perlawanan. Setelah dilakukan pendekatan yang persuasif dan humanis, Yusak Pakage meminta maaf atas perbuatannya.
"Kemudian saya melaporkan kejadian tersebut kepada Dansatgas Letkol Inf Ahmad Fauzi. Selanjutnya, perintah diberikan agar berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna mengantisipasi perkembangan situasi yang memungkinkan yang bersangkutan adalah Daftar Pencarian Orang/Kasus Kepolisian (DPO/KSPol)," ungkap Mayor Inf Zulfikar.
Tak lama kemudian, kata dia, Yusak Pakage meninggalkan PLBN Skouw menuju Kota Jayapura. Namun, saat diamankan di wilayah Skouw Mabo oleh Sertu Rudi dan 11 anggota Satgas lainnya, Yusak Pakage melakukan perlawanan sehingga keributan kembali terjadi. Namun, akhirnya Yusak Pakage berhasil diamankan dan dibawa ke Pos Muara Tami.
Mayor Inf Zulfikar dan Kapten Inf Putra Zendrato lalu melakukan pemeriksaan terbatas terhadap Yusak Pakage. Mereka memperoleh informasi bahwa Yusak Pakage berencana melintasi perbatasan ke Vanimo, Papua Nugini. Baca juga: KKB Papua Lakukan Serangan Brutal, Aparat TNI-Polri Siaga 1
Namun, karena tidak membawa dokumen yang diperlukan, petugas imigrasi melarangnya untuk melintas namun yang bersangkutan tetap memaksa untuk melintas dan melakukan perlawanan. Setelah dilakukan pendekatan yang persuasif dan humanis, Yusak Pakage meminta maaf atas perbuatannya.
"Kemudian saya melaporkan kejadian tersebut kepada Dansatgas Letkol Inf Ahmad Fauzi. Selanjutnya, perintah diberikan agar berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna mengantisipasi perkembangan situasi yang memungkinkan yang bersangkutan adalah Daftar Pencarian Orang/Kasus Kepolisian (DPO/KSPol)," ungkap Mayor Inf Zulfikar.
Lihat Juga :