Bentrok Pecah di Jalan Tamansiswa, Warga dan Ojek Online Bahu Membahu Usir Perusuh
Minggu, 04 Juni 2023 - 21:56 WIB
loading...
Bentrokan pecah di Jalan Tamansiswa Yogyakarta, Minggu malam (4/6/2023). Warga dan ojek online pun turun ke jalan bahu membahu mengusir perusuh. Foto: MPI/Erfan Erlin
A
A
A
YOGYAKARTA - Semakin malam jumlah massa semakin banyak yang berdatangan ke Jalan Tamansiswa. Mereka membantu warga di sepanjang Jalan Tamansiswa untuk mengusir anggota perguruan beladiri yang membuat kerusuhan di ruas jalan tersebut
Teriakan Jogja Bersatu membahana diteriakkan massa yang mencoba memukul mundur anggota perguruan beladiri. Warga terlihat mempersenjatai diri dengan berbagai peralatan sembari tetap mengenakan helm.
Para ojek online pun nampak turut membaur dengan warga yang ingin mengusir anggota perguruan beladiri dari kawasan Tamansiswa. Tembakan peringatan berkali-kali terdengar.
Baca juga: Mencekam! Rusuh di Tamansiswa, Motor Berserakan Toko dan Kuliner Pilih Tutup
Salah satu titik bentrok yang terpantau adalah di Jalan Tamansiswa sisi selatan LP Kelas II A Yogyakarta atau Lapas Wirogunan dan pintu gang Surokarsan. Batu-batu hingga berbagai macam pecahan kaca terlihat nampak berserakan di jalanan aspal.
"Tadi sekitaran maghrib (ricuh). Lempar-lemparan tadi," kata Wardi (49), salah seorang warga sekitar.
Teriakan Jogja Bersatu membahana diteriakkan massa yang mencoba memukul mundur anggota perguruan beladiri. Warga terlihat mempersenjatai diri dengan berbagai peralatan sembari tetap mengenakan helm.
Para ojek online pun nampak turut membaur dengan warga yang ingin mengusir anggota perguruan beladiri dari kawasan Tamansiswa. Tembakan peringatan berkali-kali terdengar.
Baca juga: Mencekam! Rusuh di Tamansiswa, Motor Berserakan Toko dan Kuliner Pilih Tutup
Salah satu titik bentrok yang terpantau adalah di Jalan Tamansiswa sisi selatan LP Kelas II A Yogyakarta atau Lapas Wirogunan dan pintu gang Surokarsan. Batu-batu hingga berbagai macam pecahan kaca terlihat nampak berserakan di jalanan aspal.
"Tadi sekitaran maghrib (ricuh). Lempar-lemparan tadi," kata Wardi (49), salah seorang warga sekitar.
Lihat Juga :