Jelang Iduladha, Hewan Kurban Diserang Virus Lato-Lato di Depok
Rabu, 31 Mei 2023 - 09:26 WIB
loading...
Pemkot Depok menyebut temuan virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit lato-lato pada sapi di wilayahnya masih terhitung kecil. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) menyebut temuan Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit lato-lato pada sapi di wilayah Kota Depok masih terhitung kecil dari total populasi keseluruhan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) DKP3 Kota Depok, Dede Zuraida mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan observasi.
”Ditemukan yang bergejala itu kurang lebih Jumlah kasus 21 dan sembuh 6 dari populasi 6.542 sampai bulan Mei ini dan masih dalam observasi,” kata Dede dalam keterangannya dikutip, Rabu (31/5/2023).
Baca juga: Penyakit Lumpy Skin Ditemukan di Indonesia, Australia Waspada
Dede menjelaskan penyakit LSD disebabkan oleh virus dari keluarga Poxviridae yang menyebar melalui gigitan serangga seperti nyamuk dan lalat. Hewan ternak yang kena virus tersebut, menunjukan gejala sesuai dengan perkembangan penyakit yang menginfeksi.
”Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus LSD karena di Depok tidak ada kasus yang berbenjol sekujur tubuh sapi, hanya beberapa benjolan kecil di bagian tertentu dan tidak bernanah. Pengobatan LSD bersifat symptomatik mengobati gejala klinis,” ujarnya.
Dede menekankan kewaspadaan terhadap LSD harus ditingkatkan dengan memperkuat sistem surveilans deteksi dini penyakit. Salah satunya dengan vaksinasi.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) DKP3 Kota Depok, Dede Zuraida mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan observasi.
”Ditemukan yang bergejala itu kurang lebih Jumlah kasus 21 dan sembuh 6 dari populasi 6.542 sampai bulan Mei ini dan masih dalam observasi,” kata Dede dalam keterangannya dikutip, Rabu (31/5/2023).
Baca juga: Penyakit Lumpy Skin Ditemukan di Indonesia, Australia Waspada
Dede menjelaskan penyakit LSD disebabkan oleh virus dari keluarga Poxviridae yang menyebar melalui gigitan serangga seperti nyamuk dan lalat. Hewan ternak yang kena virus tersebut, menunjukan gejala sesuai dengan perkembangan penyakit yang menginfeksi.
”Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus LSD karena di Depok tidak ada kasus yang berbenjol sekujur tubuh sapi, hanya beberapa benjolan kecil di bagian tertentu dan tidak bernanah. Pengobatan LSD bersifat symptomatik mengobati gejala klinis,” ujarnya.
Dede menekankan kewaspadaan terhadap LSD harus ditingkatkan dengan memperkuat sistem surveilans deteksi dini penyakit. Salah satunya dengan vaksinasi.
Lihat Juga :