Tokoh Masyarakat dan Akademisi Kalsel Serukan Sistem Pemilu Terbuka
Selasa, 30 Mei 2023 - 05:56 WIB
loading...
A
A
A
Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Kalimantan Dr M Uhaib mengatakan, Indonesia sudah 25 tahun menjalani masa transisi dari otoriter ke demokrasi. Baca juga: Bicara Keberlanjutan Pembangunan, Jokowi: Demi Negara Saya Harus Cawe-cawe
Namun di sisi lain, isu Pemilu menjadi proporsional tertutup justru Kembali muncul belakangan. “Saya menduga ada skenario dari para pemilik modal menguasai negara melalui partai politik,” tegasnya.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat Siti Mauliana MA menjabarkan, dengan sistem proporsional tertutup maka peran partai politik akan sangat kuat terutama dalam menentukan keputusan-keputusan politik.
“Dengan proporsional tertutup jika nanti kemudian diputuskan sebenarnya MK telah mengangkangi keputusannya sendiri saat dulu memutuskan sistem terbuka,” tegasnya.
Dr Fahrianoor menambahkan, proporsional tertutup sebenarnya bisa saja dilaksanakan namun bukan pada pemilu 2024. Menurutnya, perlu ada konsolidasi atau masa transisi. “Jadi bukan diterapkan sekarang, perlu transisi,” imbuhnya.
Dalam kesimpulan diskusi, salah satu inisiator Forum Kalimantan Bangkit Dr Subhan Syarief menegaskan, setiap keputusan yang diambil oleh negara harus mengutamakan kepentingan dan keselamatan rakyat. Sistem proporsional terbuka dipandang oleh Forum Kalimantan Bangkit sudah tepat.
Ada enam poin sikap Forum Kalimantan Bangkit sebagai respons atas isu yang menyebutkan MK akan memutuskan sistem pemilu proporsional tertutup.
Namun di sisi lain, isu Pemilu menjadi proporsional tertutup justru Kembali muncul belakangan. “Saya menduga ada skenario dari para pemilik modal menguasai negara melalui partai politik,” tegasnya.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat Siti Mauliana MA menjabarkan, dengan sistem proporsional tertutup maka peran partai politik akan sangat kuat terutama dalam menentukan keputusan-keputusan politik.
“Dengan proporsional tertutup jika nanti kemudian diputuskan sebenarnya MK telah mengangkangi keputusannya sendiri saat dulu memutuskan sistem terbuka,” tegasnya.
Dr Fahrianoor menambahkan, proporsional tertutup sebenarnya bisa saja dilaksanakan namun bukan pada pemilu 2024. Menurutnya, perlu ada konsolidasi atau masa transisi. “Jadi bukan diterapkan sekarang, perlu transisi,” imbuhnya.
Dalam kesimpulan diskusi, salah satu inisiator Forum Kalimantan Bangkit Dr Subhan Syarief menegaskan, setiap keputusan yang diambil oleh negara harus mengutamakan kepentingan dan keselamatan rakyat. Sistem proporsional terbuka dipandang oleh Forum Kalimantan Bangkit sudah tepat.
Ada enam poin sikap Forum Kalimantan Bangkit sebagai respons atas isu yang menyebutkan MK akan memutuskan sistem pemilu proporsional tertutup.
Lihat Juga :