BNPT Endus Gerakan Intoleran Mulai Nyasar Kalangan Pelajar SMA di Bandung
Rabu, 24 Mei 2023 - 15:32 WIB
loading...
BNPT mengendus adanya gerakan intoleran yang terjadi di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung. Foto SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan adanya gerakan intoleran yang terjadi di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung. Mirisnya, gerakan ini menyasar pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/SMK sederajat.
Hal ini terungkap saat BNPT menggelar sarasehan bersama Dai dan Daiyah se-Jabar di Hotel Pullman Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (24/5/2023). "Hasil penelitian terhadap anak SMK Kota Bandung menjadi lokus penelitian, yang sudah mulai terjadi ada peningkatan tentang intoleran yang pasif," kata Kepala BNPT, Komjen Rycko Amelza Dahniel. Baca juga: Wakil Ketua MPR: Pendidikan Berperan Penting Bangun Kerukunan dan Toleransi
Menurut Rycko, Jabar menjadi pertimbangan dan diberikan perhatian khusus lantaran memiliki penduduk muslim paling banyak di Indonesia. Begitu juga dengan generasi muda muslimnya. "Generasi muda muslim ini yang menjadi target, jangan sampai dimanipulasi, diboongin, dikibulin dengan menggunakan simbol agama," ujarnya.
Meskipun gerakannya intoleran masih pasif, menurut Rycko, hal itu menjadi cambuk dan peringatan bagi BNPT. Sehingga kedepan akan lebih giat lagi menggelar sosialisasi ke kalangan pelajar SD, SMP, SMA dan universitas.
"Jangan sampai mereka kena tipu, dimanipulasi, bilang belajar agama ternyata belajar kekerasan untuk tujuan politik kekuasan, mau bentuk negara, bentuk ini, bentuk itu lah, jangan samapai mereka dipecah," ucapnya.
Hal ini terungkap saat BNPT menggelar sarasehan bersama Dai dan Daiyah se-Jabar di Hotel Pullman Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (24/5/2023). "Hasil penelitian terhadap anak SMK Kota Bandung menjadi lokus penelitian, yang sudah mulai terjadi ada peningkatan tentang intoleran yang pasif," kata Kepala BNPT, Komjen Rycko Amelza Dahniel. Baca juga: Wakil Ketua MPR: Pendidikan Berperan Penting Bangun Kerukunan dan Toleransi
Menurut Rycko, Jabar menjadi pertimbangan dan diberikan perhatian khusus lantaran memiliki penduduk muslim paling banyak di Indonesia. Begitu juga dengan generasi muda muslimnya. "Generasi muda muslim ini yang menjadi target, jangan sampai dimanipulasi, diboongin, dikibulin dengan menggunakan simbol agama," ujarnya.
Meskipun gerakannya intoleran masih pasif, menurut Rycko, hal itu menjadi cambuk dan peringatan bagi BNPT. Sehingga kedepan akan lebih giat lagi menggelar sosialisasi ke kalangan pelajar SD, SMP, SMA dan universitas.
"Jangan sampai mereka kena tipu, dimanipulasi, bilang belajar agama ternyata belajar kekerasan untuk tujuan politik kekuasan, mau bentuk negara, bentuk ini, bentuk itu lah, jangan samapai mereka dipecah," ucapnya.
Lihat Juga :